JAKARTA, tniad.mil.id — TNI Angkatan Darat melalui Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) mengerahkan dua unit helikopter untuk memperkuat dukungan penanggulangan bencana di wilayah Pulau Sumatera, Jumat (28/11/2025). Penyerahan alutsista ini merupakan bentuk respon cepat TNI AD dalam membantu percepatan penanganan darurat di sejumlah titik terdampak.
Kedua helikopter tersebut, satu unit Mi-17 dan satu unit Bell 412, telah diberangkatkan dalam status Dalam Pengendalian Operasi (BKO) ke Pangkoopsudnas. Masing-masing alutsista juga didukung awak yang lengkap yakni 12 personel Heli Mi-17 dan 8 personel Heli Bell 412.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari ini, kedua helikopter tersebut telah menyelesaikan shift _(ferry flight)_ menuju Pekanbaru, Riau. Helikopter Mi-17 mengambil jalur Lanud Ahmad Yani menuju Lanud Roesmin Nurjadin, sedangkan heli Bell 412 bergerak dari Bandara Pondok Cabe menuju Lanud Roesmin Nurjadin. Selama penerbangan, perpindahan dilakukan melalui empat etape: Semarang–Pondok Cabe, Pondok Cabe–Way Tuba, Way Tuba–Jambi, dan Jambi–Pekanbaru.
Helikopter Mi-17 diawaki oleh Letnan Komandan Dany dan tiga pilot lainnya serta 10 orang awak, sedangkan helikopter Bell 412 dipimpin oleh Panglima Besar Henryko dan tiga pilot lainnya, dengan 4 orang awak. Seluruh personel telah siap secara operasional dan rencananya akan melanjutkan pergerakan ke kawasan Silangit pada 29 November.
Pengerahan helikopter ini difokuskan untuk mendukung mobilitas logistik, evakuasi, dan operasi udara lainnya dalam rangka penanggulangan bencana di berbagai wilayah di Sumatera. Kehadiran dua alutsista TNI AD ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam merespons kondisi darurat.
TNI AD menegaskan komitmennya untuk terus bergerak cepat dan adaptif dalam setiap operasi kemanusiaan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Dengan kesiapan personel dan alutsista Puspenerbad, TNI AD siap memberikan dukungan maksimal demi keselamatan masyarakat terdampak bencana di Pulau Sumatera. (Dispenad)
















