Orban meminta Erdogan untuk mendukung inisiatif perdamaian Ukrainanya — RakyatPos.id

- Jurnalis

Kamis, 11 Juli 2024 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Hongaria menggambarkan presiden Turki sebagai satu-satunya pemimpin yang berhasil memediasi konflik

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban telah meminta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk bergabung dengannya dalam upaya menemukan solusi damai bagi konflik Ukraina. Kedua pemimpin bertemu di sela-sela pertemuan puncak NATO di Washington.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sebuah video dari acara tersebut yang dipublikasikan di halaman Facebook miliknya pada hari Rabu, Orban meminta Erdogan untuk “dukung kami dalam misi perdamaian kami,” menambahkan bahwa “Dengan upaya bersama, kita dapat mengambil langkah berikutnya menuju perdamaian.”

Orban mencatat bahwa posisi Moskow dan Kiev tetap “berjauhan satu sama lain” tetapi menyebut presiden Turki sebagai satu-satunya pemimpin yang sebelumnya berhasil memediasi konflik tersebut. Orban merujuk pada kesepakatan gandum yang disepakati di Ankara pada tahun 2022.

Pemimpin Hongaria sedang dalam perjalanan “misi perdamaian” sejak negaranya memangku jabatan presiden bergilir Dewan Eropa bulan ini. Orban mengatakan bahwa ia bermaksud menemukan resolusi krisis Ukraina dengan mengadakan pembicaraan dengan “lima aktor utama” dalam konflik tersebut, termasuk Ukraina, Rusia, Cina, Uni Eropa, dan AS.

Selama beberapa minggu terakhir, Orban telah bertemu dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz, melakukan perjalanan ke Kiev untuk bertemu dengan pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky, mengunjungi Moskow untuk berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dan bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing.


Merkel akan mencegah konflik Ukraina – Orban

Namun, pejabat tinggi Uni Eropa telah menolak lawatan diplomatik Orban, dengan menegaskan bahwa tidak ada negosiasi yang dapat dilakukan tanpa keterlibatan langsung Ukraina, dan khususnya dengan Rusia. Beberapa pejabat Uni Eropa bahkan mempertimbangkan untuk mencabut jabatan presiden Hongaria karena tindakan Orban, menurut Politico.

Orban menepis kritik tersebut dan menegaskan bahwa ia tidak memerlukan mandat khusus untuk berbicara dengan pihak-pihak yang bertikai dalam upaya menemukan solusi damai. Ia juga mengatakan bahwa pertemuannya tidak dapat dianggap sebagai negosiasi yang sah, dan karenanya tidak memerlukan persetujuan dari blok tersebut.

Pada saat yang sama, pemimpin Hongaria mengakui bahwa negaranya tidak memiliki pengaruh politik yang cukup untuk memberikan dampak signifikan terhadap konflik tersebut, yang menurutnya pada akhirnya harus diselesaikan oleh negara-negara yang lebih besar. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa Budapest memiliki potensi untuk menjadi “alat yang bagus di tangan Tuhan” dalam mempromosikan perdamaian.

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
'Mata ganti mata', Iran mengancam akan menyerang Inggris jika membantu operasi militer AS
Kuasa hukum Dokter Tifa yakin jaksa tidak akan mendakwa ulang kliennya: penolakan kami tetap ada
Beut Panteu Keude, Cara Kreatif Kemenag Aceh Barat Tebarkan Dakwah di Masyarakat
Keributan hebat! Bung Harlino Kembalikan Rp 5,2 Miliar Terkait PT Dana Syariah Indonesia
Iran Pindahkan Ribuan Sentrifugal Nuklir ke Gunung Beliung di Kedalaman 100 Meter
Terungkap! Begitulah fantastisnya kehormatan Dude Harlino selama menjadi Brand Ambassador PT DSI
Pesawat yang Diduga Milik AS Dikabarkan Jatuh di Pulau Qeshm, Iran

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:02 WIB

Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:53 WIB

'Mata ganti mata', Iran mengancam akan menyerang Inggris jika membantu operasi militer AS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:26 WIB

Kuasa hukum Dokter Tifa yakin jaksa tidak akan mendakwa ulang kliennya: penolakan kami tetap ada

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:04 WIB

Beut Panteu Keude, Cara Kreatif Kemenag Aceh Barat Tebarkan Dakwah di Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:23 WIB

Iran Pindahkan Ribuan Sentrifugal Nuklir ke Gunung Beliung di Kedalaman 100 Meter

Berita Terbaru