Ringkasan Berita:
- Ancaman itu muncul ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku hampir mengambil keputusan untuk melancarkan operasi militer terbesar terhadap Iran sejak konflik terbaru itu pecah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Dalam wawancara dengan Axios, Kamis (24/7/2026), Trump mengatakan dirinya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran setelah militer AS melancarkan serangan udara selama 12 malam berturut-turut terhadap sejumlah sasaran di Iran.
RakyatPos.id – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat drastis. Teheran kini telah memperingatkan bahwa pangkalan militer mana pun di Inggris yang digunakan oleh pasukan AS akan dianggap sebagai sasaran serangan yang sah.
Ancaman itu muncul ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku hampir mengambil keputusan untuk melancarkan operasi militer terbesar terhadap Iran sejak konflik terbaru itu pecah.
Dalam wawancara dengan Axios, Kamis (24/7/2026), Trump mengatakan dirinya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran setelah militer AS melancarkan serangan udara selama 12 malam berturut-turut terhadap sejumlah sasaran di Iran.
Baca juga: AS Membombardir Iran dari Pangkalan Inggris untuk Pertama Kalinya di Era PM Andy Burnham
“Saya sedang mempertimbangkan serangan besar, lebih besar dari sebelumnya. Kami hampir mengambil keputusan dan semuanya sudah siap,” kata Trump.
Namun Trump belum memastikan operasi tersebut benar-benar akan dilakukan. Pernyataannya menunjukkan bahwa Washington masih membuka peluang jika Teheran bersedia kembali ke meja perundingan.
Menurut Trump, tekanan yang dilakukan selama ini belum cukup untuk membuat Iran menuruti tuntutan Amerika.
“Mereka belum cukup merasakan penderitaan,” katanya.
AS Serang Iran Lagi
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru pada Rabu malam waktu AS atau Kamis pagi waktu Iran.
Serangan itu diklaim menargetkan kemampuan maritim Iran, gudang penyimpanan rudal dan drone, fasilitas pengawasan pantai, dan sistem pertahanan udara.
CENTCOM mengatakan operasi itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran internasional dan kapal dagang.
Media Iran melaporkan beberapa daerah menjadi sasaran serangan, termasuk perbatasan Shalamcheh di Provinsi Khuzestan, yang menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya 11 lainnya.
Ledakan juga dilaporkan di sekitar Ahvaz, Ramshir, Andimeshk, dan Bushehr. Namun tidak ada laporan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr menjadi sasaran.
Iran Menanggapi Serangan
Alih-alih mundur, Iran malah memperluas serangan balasannya ke berbagai fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menyerang fasilitas komunikasi militer AS di Kuwait sebagai pembalasan atas serangan terhadap infrastruktur komunikasi Iran.

















