Cegah Karhutla: Gubernur Papua Minta Warga Tak Bakar Lahan

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sentani, RakyatPos.id – Gubernur Papua, Matthew Derek Fakhiri meminta masyarakat tidak membuka atau membuka lahan untuk berkebun dengan cara dibakar, demi mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengingat kondisi cuaca panas yang terjadi di sejumlah wilayah Papua.

Menurut dia, kondisi iklim dan cuaca yang panas dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan jika masyarakat menggunakan api.

“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat di kabupaten kota, karena iklimnya seperti sekarang, jangan sampai kita membuka kebun dengan menggunakan api untuk membersihkannya. Kalau bisa jangan, ayo bertahan terus,” kata Fakhiri usai membuka Festival Danau Pra Sentani XV di pantai Kalkote, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (25/8/2026).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakhiri mengatakan masyarakat tidak perlu membakar sisa tanaman yang ada di lahan tersebut karena bahan organik tersebut nantinya dapat menjadi humus dan membantu menyuburkan tanah.

“Kalaupun lama, akan menjadi humus yang menjadi pupuk bagi tanah kita,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebiasaan membakar lahan berisiko menimbulkan kebakaran hutan dan berdampak lebih luas terhadap kondisi iklim dan cuaca di Papua.

“Jadi jangan main-main api. Ini berisiko terjadinya kebakaran hutan. Ini juga akan berdampak pada iklim dan cuaca di Papua,” ujarnya.

Fakhiri meminta masyarakat di seluruh Provinsi Papua turut membantu pencegahan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran secara terbuka.

“Saya menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat di Provinsi Papua,” ujarnya.

Menurut Fakhiri, sejumlah daerah memiliki kondisi khusus, termasuk Biak Numfor yang saat ini mengalami suhu cukup tinggi.

Memang ada beberapa daerah yang mempunyai ciri khusus. Di Biak panasnya cukup tinggi. Kita berharap tidak meluas, ujarnya.

Fakhiri mengatakan, Pemprov Papua akan membahas penanganan permasalahan ini dengan pemerintah kabupaten dan kota, dengan mengajak seluruh pemerintah kabupaten di Papua untuk membahas langkah penanganan bersama dan cepat.

“Besok saya coba ajak seluruh Forkopimda, kita akan bicara bagaimana penanganannya di kabupaten-kabupaten di Papua. Ke depan akan kita tangani secara serentak dan cepat,” ujarnya.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Prabowo Tekankan Tak Ada Hari Libur Bagi Menteri: Kalau Tak Bisa Mundur
Bret Michaels membatalkan sisa pertunjukan pada tahun 2026 atas perintah dokter
Langsa berpotensi hujan malam ini, cek prakiraan cuaca 25 Agustus 2026
Langkah Awal Rekonsiliasi dan Reunifikasi United Liberation Movement for West Papua (ULMWP)
Ongen: Budi Arie Bermimpi di Siang Hari Bolong
Tahun 2017 hingga 2026 atau 10 Tahun, Ini Jumlah dan Waktu Gerhana Matahari dan Bulan
Postingan viral menuduh Texas Roadhouse menganiaya pelanggan kulit hitam; perusahaan merespons
Tonton Pembawa Acara Tamu Jelly Roll 'Jimmel Kimmel Live'

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Prabowo Tekankan Tak Ada Hari Libur Bagi Menteri: Kalau Tak Bisa Mundur

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Bret Michaels membatalkan sisa pertunjukan pada tahun 2026 atas perintah dokter

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Langsa berpotensi hujan malam ini, cek prakiraan cuaca 25 Agustus 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Langkah Awal Rekonsiliasi dan Reunifikasi United Liberation Movement for West Papua (ULMWP)

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Ongen: Budi Arie Bermimpi di Siang Hari Bolong

Berita Terbaru

HEADLINE

Ongen: Budi Arie Bermimpi di Siang Hari Bolong

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:15 WIB

Al Jazeera - LIVE