Sentani, RakyatPos.id – Gubernur Papua, Matthew Derek Fakhiri meminta masyarakat tidak membuka atau membuka lahan untuk berkebun dengan cara dibakar, demi mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengingat kondisi cuaca panas yang terjadi di sejumlah wilayah Papua.
Menurut dia, kondisi iklim dan cuaca yang panas dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan jika masyarakat menggunakan api.
“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat di kabupaten kota, karena iklimnya seperti sekarang, jangan sampai kita membuka kebun dengan menggunakan api untuk membersihkannya. Kalau bisa jangan, ayo bertahan terus,” kata Fakhiri usai membuka Festival Danau Pra Sentani XV di pantai Kalkote, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (25/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fakhiri mengatakan masyarakat tidak perlu membakar sisa tanaman yang ada di lahan tersebut karena bahan organik tersebut nantinya dapat menjadi humus dan membantu menyuburkan tanah.
“Kalaupun lama, akan menjadi humus yang menjadi pupuk bagi tanah kita,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebiasaan membakar lahan berisiko menimbulkan kebakaran hutan dan berdampak lebih luas terhadap kondisi iklim dan cuaca di Papua.
“Jadi jangan main-main api. Ini berisiko terjadinya kebakaran hutan. Ini juga akan berdampak pada iklim dan cuaca di Papua,” ujarnya.
Fakhiri meminta masyarakat di seluruh Provinsi Papua turut membantu pencegahan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran secara terbuka.
“Saya menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat di Provinsi Papua,” ujarnya.
Menurut Fakhiri, sejumlah daerah memiliki kondisi khusus, termasuk Biak Numfor yang saat ini mengalami suhu cukup tinggi.
Memang ada beberapa daerah yang mempunyai ciri khusus. Di Biak panasnya cukup tinggi. Kita berharap tidak meluas, ujarnya.
Fakhiri mengatakan, Pemprov Papua akan membahas penanganan permasalahan ini dengan pemerintah kabupaten dan kota, dengan mengajak seluruh pemerintah kabupaten di Papua untuk membahas langkah penanganan bersama dan cepat.
“Besok saya coba ajak seluruh Forkopimda, kita akan bicara bagaimana penanganannya di kabupaten-kabupaten di Papua. Ke depan akan kita tangani secara serentak dan cepat,” ujarnya.



















