Pemprov Papua Tengah Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, RakyatPos.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah bersama TNI, Polri dan sejumlah instansi terkait menggelar apel kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026.

Aksi tersebut digelar di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Papua Tengah, Jalan Jenderal Sudirman, Kampung Morgo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Senin (24/8/2026).

Kapolda Papua Tengah dalam amanatnya yang disampaikan Wakapolda Papua Tengah, Kompol Dr. Gustav Robby Urbinas, SH, SIK, M.Pd., MH menegaskan, kesiapsiagaan seluruh elemen menjadi kunci menghadapi potensi karhutla di tengah musim kemarau dan menguatnya fenomena El Nino.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakapolda Papua Tengah mengatakan, pemanggilan pasukan bukan sekadar kegiatan pengecekan jumlah dan kesiapan personel.

Menurutnya, aksi unjuk rasa tersebut merupakan momentum untuk memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla.

“Keberhasilan kita dalam menangani karhutla tidak hanya diukur dari seberapa cepat kita memadamkan api, namun yang lebih penting adalah seberapa mampu kita mencegah terjadinya kebakaran dan mencegah kebakaran semakin luas,” ujar Gustav Urbina saat menyampaikan pesan Kapolda Papua Tengah.

Berdasarkan prediksi BMKG, di wilayah Papua Tengah musim kemarau telah berlangsung sejak awal Juni 2026, dipengaruhi oleh menguatnya fenomena El Nino.

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus hingga September 2026. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kekeringan, menurunkan curah hujan dan ketersediaan sumber air, sehingga berpotensi meningkatkan kerentanan kebakaran di kawasan hutan, perkebunan, lahan pertanian, dan kawasan lainnya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyatakan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan dan terganggunya ekosistem.

Kebakaran juga dapat memicu kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi, serta menimbulkan kerugian sosial dan materiil.

Oleh karena itu, seluruh personel diminta mengedepankan upaya preventif melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membakar lahan sembarangan.

Selain itu, deteksi dini, patroli terpadu, dan respon cepat di setiap titik kebakaran harus diperkuat. Jika ditemukan indikasi kebakaran, petugas diminta segera mengambil tindakan untuk mencegah api berkembang dan meluas.

Polda Papua Tengah juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, instansi terkait, dunia usaha, tokoh agama, dan masyarakat.

Kesiapan personel, sarana dan prasarana juga harus dipastikan melalui pemeriksaan, pemeliharaan, dan pengujian kesiapan peralatan secara berkala.

“Setiap tindakan di lapangan diminta memperhatikan keselamatan personel, masyarakat, dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Di sisi lain, penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan terukur terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja atau karena kelalaiannya menyebabkan kebakaran hutan dan lahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Panggilan pasukan ini diharapkan tidak berhenti pada kesiapan administratif dan simbolis saja. Seluruh elemen diminta memiliki kesiapan operasional yang nyata agar potensi karhutla di Papua Tengah dapat dicegah, ditangani secara cepat, tepat, efektif, dan terpadu.

Lanjutkan Membaca

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

4 Pria dan 2 Wanita Ditangkap Polisi di Kamar Hotel di Sabang, Diduga Gunakan Narkoba
Pasar saham hari ini: Pembaruan langsung
17 Pelajar Vanuatu Terima Beasiswa dari Pemerintah Indonesia
Viral Pernikahan Dini Anak SD dan SMP di Takalar, Diduga Malu Usai Kawin Kawin
Crimson si anak singa gunung, yang ditinggalkan ibunya, kakinya diamputasi
Sekitar 850 Guru PPPK Paruh Waktu di Aceh Barat Akan Diangkat Menjadi PPPK Purna Waktu
Orang multibahasa mungkin memiliki otak hingga 13 tahun lebih muda
Keributan hebat! Utang Ruben Onsu dalam kasus dugaan penipuan bertambah menjadi Rp 4,4 miliar

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:49 WIB

4 Pria dan 2 Wanita Ditangkap Polisi di Kamar Hotel di Sabang, Diduga Gunakan Narkoba

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Pasar saham hari ini: Pembaruan langsung

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:32 WIB

17 Pelajar Vanuatu Terima Beasiswa dari Pemerintah Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Viral Pernikahan Dini Anak SD dan SMP di Takalar, Diduga Malu Usai Kawin Kawin

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Crimson si anak singa gunung, yang ditinggalkan ibunya, kakinya diamputasi

Berita Terbaru

HEADLINE

Pasar saham hari ini: Pembaruan langsung

Senin, 24 Agu 2026 - 17:33 WIB

HEADLINE

17 Pelajar Vanuatu Terima Beasiswa dari Pemerintah Indonesia

Senin, 24 Agu 2026 - 17:32 WIB

Al Jazeera - LIVE