RakyatPos.id – Media sosial akhir-akhir ini ramai dengan pencarian link video yang terkait dengan kasir wanita yang berkostum pegawai Indomaret.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Narasi yang beredar menyebutkan ada video berdurasi tujuh menit berisi adegan vulgar yang kemudian dikaitkan dengan sosok kasir.
Namun hingga saat ini identitas asli wanita tersebut belum dapat dipastikan.
Nama “Lylia” yang disebutkan hanyalah sebagian dari narasi liar, tanpa bukti atau klarifikasi resmi.
Di balik ramainya unggahan tersebut, sosok kasir yang disebut-sebut menjadi sosok anonim.
Ia digambarkan sebagai wanita muda dengan senyum ramah, tipikal kasir yang sabar melayani pelanggan setiap hari.
Narasi di TikTok menambahkan kesan “manja” dan “genit” melalui video klip, padahal belum tentu demikian.
Sosok ini akhirnya menjadi sosok bayangan, tidak jelas siapa dia, namun namanya digunakan untuk mencari sensasi.
Dengan demikian, “kasir Indomaret yang viral” ini lebih tepat digambarkan sebagai konstruksi media sosial ketimbang sosok nyata.
Menguntungkan nama perusahaan jelas mengandung risiko. Reputasi suatu merek bisa ternoda karena narasi palsu. Pegawai yang bekerja di lapangan juga bisa terkena dampak stigma.
Masyarakat yang penasaran berpotensi terjebak oleh tautan jahat, termasuk malware yang mencuri data pribadi.
Istilah “Coolmax”
Narasi yang beredar pun memunculkan istilah “coolmax” yang digunakan untuk menyamarkan kata-kata negatif agar lolos dari pantauan algoritma media sosial.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana pembuat konten mencoba menipu sistem untuk menyebarkan isu sensitif.
Himbauan kepada Netizen
– Bijaklah dalam menggunakan media sosial: jangan mudah percaya pada narasi yang tidak jelas sumbernya.
– Hindari tautan yang mencurigakan: tautan palsu dapat berisi malware berbahaya.
– Lindungi data pribadi: jangan sembarangan mengklik link yang viral.



















