Ringkasan Berita:
- Menurut laporan The Wall Street Journal, temuan intelijen ini telah dibagikan kepada pemerintah Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Israel yakin pemindahan itu terjadi pada musim gugur lalu, beberapa bulan setelah perang 12 hari yang menyebabkan serangan udara AS dan Israel terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran.
RakyatPos.id – Ketegangan mengenai program nuklir Iran kembali meningkat setelah intelijen Israel mengklaim Teheran telah memindahkan ribuan sentrifugal pengayaan uranium ke kompleks terowongan di dalam Gunung Pickaxe (Gunung Kolang), sebuah lokasi bawah tanah dekat fasilitas nuklir Natanz.
Menurut laporan The Wall Street Journal, temuan intelijen ini telah dibagikan kepada pemerintah Amerika Serikat. Israel yakin pemindahan itu terjadi pada musim gugur lalu, beberapa bulan setelah perang 12 hari yang menyebabkan serangan udara AS dan Israel terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran.
Langkah ini menimbulkan kekhawatiran baru bahwa Iran berpotensi membangun kembali kemampuan program nuklirnya dari lokasi yang lebih sulit dijangkau.
Namun keberadaan mesin sentrifugal di Gunung Beliung belum bisa dipastikan sebagai tanda bahwa Iran telah mengoperasikan fasilitas pengayaan uranium di lokasi tersebut. Para pejabat mengatakan Teheran mungkin hanya memindahkan peralatan yang selamat dari serangan itu untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Gunung Beliung, yang dikenal di Iran sebagai Gunung Kolang, terletak sekitar dua kilometer di selatan kompleks nuklir Natanz. Lokasi ini telah lama menjadi sasaran pengawasan intelijen Amerika Serikat dan Israel.
Dalam serangan sebelumnya, fasilitas pengayaan uranium permukaan Natanz dilaporkan hancur, sementara fasilitas bawah tanah mengalami kerusakan parah.
Baca juga: Ghalibaf: Jika Iran tidak menjual minyak, negara-negara Teluk juga tidak akan menjual minyak
Namun kompleks Gunung Beliung bukanlah target utama dalam perang Israel-Iran tahun lalu atau dalam gelombang serangan AS yang dimulai pada akhir Februari.
Selama 15 bulan terakhir, aktivitas di kawasan tersebut terus meningkat. Berdasarkan analisis Institute for Science and International Security (ISIS), terlihat lalu lintas truk, penguatan struktur terowongan, dan pembangunan perimeter keamanan di sekitar lokasi.
Presiden ISIS David Albright mengatakan menurutnya kemungkinan besar Iran telah memindahkan sentrifugal ke terowongan Gunung Pickaxe.
Kompleks bawah tanah tersebut diperkirakan masih dalam tahap pembangunan dan berada hampir 100 meter di bawah permukaan gunung, sehingga diyakini sangat sulit dihancurkan melalui serangan udara.
Pembangunan fasilitas tersebut dimulai pada tahun 2020 setelah insiden sabotase yang menyebabkan ledakan di fasilitas Natanz. Saat itu, Ketua Organisasi Energi Atom Iran, Ali Akbar Salehi, mengumumkan pembangunan fasilitas baru yang lebih modern di dalam gunung untuk memproduksi sentrifugal canggih.
Meskipun pembangunan terus berlanjut, ISIS mengatakan tidak ada bukti bahwa fasilitas tersebut beroperasi.
Namun, badan tersebut memperingatkan bahwa situs tersebut berpotensi digunakan sebagai fasilitas perakitan sentrifugal skala kecil yang dapat mendukung program senjata nuklir jika Iran memutuskan untuk membangun kembali kapasitas produksinya.
Kekhawatiran serupa juga diungkapkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi sebelumnya mengatakan Iran tidak memberikan akses kepada inspektur untuk memeriksa lokasi tersebut dan tidak menjelaskan aktivitas yang terjadi di sana.

















