Jayapura, RakyatPos.id – Pihak berwenang Papua Nugini (PNG) sedang menangani beberapa kasus terpisah mengenai orang hilang akibat insiden kapal dalam beberapa hari terakhir.
Petugas penanggulangan bencana East New Britain terus mencari hingga 27 orang yang hilang sejak Sabtu lalu, setelah dua kapal mereka terbalik saat melakukan perjalanan dari gugusan pulau Duke of York menuju Kokopo, seperti dilansir jubi.id, Minggu (26/7/2026).
Hingga Jumat (24/7/2026) malam, 12 jenazah telah ditemukan di pantai barat daya provinsi tetangga New Ireland.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam insiden lain, di lepas pantai utara New Ireland, pencarian dilakukan pada hari Jumat untuk mencari enam orang yang hilang setelah kapal mereka terbalik.
Dan Post Courier melaporkan bahwa lebih dekat ke daratan PNG, pencarian dilakukan pada hari Jumat, untuk mencari sekitar 8 penumpang yang hilang setelah perahu karet yang membawa peti mati terbalik di lepas pantai Makamaka di Distrik Alotau pada hari Kamis.
Upaya pencarian dan penyelamatan kapal hilang yang berlayar dari Pulau Nissan ke Buka untuk sementara dihentikan di laut karena memburuknya kondisi cuaca di seluruh wilayah Bougainville.
Direktorat Penanggulangan Bencana dan Darurat Pemerintah Otonomi Bougainville mengatakan Badan Meteorologi Nasional dan Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim telah mengeluarkan peringatan angin kencang, membuat operasi pencarian berbasis laut tidak aman hingga kondisinya membaik.
Kapal yang hilang tersebut berangkat dari Pulau Nissan menuju Buka pada Sabtu, 18 Juli dengan membawa tiga orang di dalamnya.
NBC Bougainville melaporkan orang yang hilang adalah kapten Mitchell Tokiapron, awak kapal Darrell, dan penumpang Horen Kapiatu.
Meski pencarian di laut dihentikan sementara, Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim dan Pusat Koordinasi Penyelamatan Gabungan terus memberikan peringatan kepada seluruh kapal yang beroperasi di perairan New Ireland.
Namun, belum ada laporan pasti mengenai penampakan kapal hilang tersebut.
Pemerintah Otonomi Bougainville menyampaikan belasungkawa dan doanya kepada keluarga tiga pria yang hilang dan mendesak masyarakat untuk menghindari penyebaran informasi yang belum diverifikasi di media sosial, dan lebih mengandalkan informasi resmi dari pihak berwenang.
















