AS Membombardir Iran dari Pangkalan Inggris untuk Pertama Kalinya di Era PM Andy Burnham

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 03:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke Iran untuk pertama kalinya dari pangkalan militer di Inggris sejak Andy Burnham menjabat Perdana Menteri Inggris.

Sejumlah pejabat mengungkapkan, pesawat pembom jarak jauh B-1 Lancer lepas landas dari Pangkalan Udara RAF Fairford di Gloucestershire pada Selasa (22/7/2026) untuk menyerang sasaran milik Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Sumber yang dikutip Axios menyebutkan, pesawat tersebut mampu membawa hingga 24 bom berbobot 2.000 pon dan keberangkatannya terlacak melalui situs pemantauan penerbangan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintahan Burnham dilaporkan melanjutkan kebijakan pendahulunya, Keir Starmer, yang mengizinkan militer AS menggunakan RAF Fairford di Inggris serta pangkalan Diego Garcia di Kepulauan Chagos untuk operasi yang diklaim sebagai “serangan defensif”.

Keputusan tersebut memicu kekhawatiran karena Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband sebelumnya diketahui menentang penggunaan pangkalan Inggris untuk operasi pengeboman AS terhadap Iran.

Penolakannya bahkan menimbulkan ketegangan antara pemerintah Inggris dan Presiden Donald Trump.

Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Iran
Di tengah eskalasi konflik, Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman baru terhadap Teheran.

Ia menegaskan, Amerika Serikat akan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik Iran setiap kali Teheran menyerang kapal di Selat Hormuz.

Ancaman itu muncul setelah serangan udara AS semalam menghantam perbatasan Shalamcheh yang menghubungkan Iran dan Irak.

Serangan itu menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya 11 orang lainnya.

Pada saat kejadian, banyak warga sipil sedang berkumpul untuk melakukan perjalanan ke tempat suci Syiah di Irak menjelang hari raya keagamaan.

Iran Mengancam akan Membalas dengan Prinsip “Mata ganti Mata”.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menekankan bahwa negaranya akan membalas setiap serangan terhadap wilayah atau infrastruktur Iran.

“Doktrin pertahanan kami jelas, saling berhadapan. Setiap agresi terhadap Iran akan ditanggapi dengan respons yang kuat dan tegas,” ujarnya.

Dia juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang membantu serangan terhadap Iran akan dianggap sebagai target yang sah.

Sementara itu, sumber militer mengatakan kepada kantor berita Tasnim bahwa Iran sedang mempersiapkan serangan balasan terhadap fasilitas Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

AS Siaga Penuh, Tambah Pasukan dan Dana Perang


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Cole Hauser Tentang “Tantangan” 'Dutton Ranch' Tanpa Taylor Sheridan”.
Meski sudah meminta maaf, Hotman Paris tetap diproses hukum, Polda Metro memeriksa 10 saksi
Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh
Menjaga Hutan Mangrove Tanah Papua: Paru-Paru Terakhir Indonesia
AJI Desak Prabowo Minta Maaf atas Tudingan Jurnalis Londo Ireng
Pesawat tempur F-16 Ukraina membuat sejarah dalam menyerang jet Su-35 Rusia
HRD Pimpin Kelompok PKB Aceh Audiensi dengan Wakil Ketua DPR RI
Gubernur Nawipa: HAN 2026 Momentum Hentikan Kekerasan Terhadap Anak

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:59 WIB

Cole Hauser Tentang “Tantangan” 'Dutton Ranch' Tanpa Taylor Sheridan”.

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:48 WIB

Meski sudah meminta maaf, Hotman Paris tetap diproses hukum, Polda Metro memeriksa 10 saksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:34 WIB

Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:24 WIB

Menjaga Hutan Mangrove Tanah Papua: Paru-Paru Terakhir Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:03 WIB

AJI Desak Prabowo Minta Maaf atas Tudingan Jurnalis Londo Ireng

Berita Terbaru

HEADLINE

Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh

Jumat, 24 Jul 2026 - 21:34 WIB