Sagu Dikembangkan Sebagai Program Ketahanan Pangan Aceh Singkil

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Sagu dikembangkan sebagai salah satu program ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Singkil.
  • ADVERTISEMENT

    paralax

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Bupati Safriadi meminta Dinas Pangan Aceh Singkil berkolaborasi dengan Dinas Perkebunan setempat, memberikan pembinaan kepada petani dan pengrajin sagu.
  • Sagu merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan program ketahanan pangan, dimulai dari sejarah masa lalu

.Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil

RakyatPos.id, SINGKIL – Sagu dikembangkan sebagai salah satu program ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Singkil.

Hal itu disampaikan Bupati Aceh Singkil, Safriadi saat membuka Festival Sagu Singkel 2026 di Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, Rabu (22/7/2026).

Terkait hal itu, Safriadi meminta Dinas Pangan Aceh Singkil berkolaborasi dengan Dinas Perkebunan setempat, melakukan pembinaan kepada petani dan pengrajin sagu.

“Program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden kita dimulai pada tahun 2015 dengan memberikan pembinaan.

Batang sagu ini akan kita lestarikan, kita tanam kembali. “Kami membangun masyarakat untuk terus mengembangkan sagu,” kata Safriadi.

Baca juga: Peduli Kuliner Warisan Nenek Moyang Singkil, Ibu-Ibu Siapkan Jajanan Sagu Serba Sagu

Sagu merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan program ketahanan pangan, dimulai dari sejarah masa lalu.

Dahulu masyarakat Aceh Singkil memanfaatkan sagu sebagai bahan baku makanan. Tradisi ini diwariskan secara turun temurun hingga saat ini.

Berbagai jenis kuliner yang nikmat

Jadi masyarakat Aceh Singkil mempunyai berbagai jenis kuliner berbahan dasar sagu.

Mulai dari sagu lompong sebagai hidangan pembuka, cello sagu sebagai hidangan utama, dan sagu gedah sebagai hidangan penutup.

Sedangkan minumannya ada godekh sagu.

Fakta lainnya, rumbia sebagai tanaman penghasil pati sagu tersebar sejauh mata memandang di daerah aliran sungai Singkil.

Sebelumnya, Bupati Safriadi menegaskan, Festival Sagu Singkel 2026 memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekedar hajatan kuliner.

Festival Sagu merupakan bentuk upaya bersama menjaga denyut sejarah, menjaga identitas daerah dan memperkenalkan kekayaan lokal kepada dunia.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Jika Iran tidak menjual minyak, negara-negara Teluk juga tidak akan menjual minyak
Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses
Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional
Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh
Canelo Alvarez merefleksikan kehilangan Terence Crawford: 'Jika pikiran Anda tidak ada di sana, maka itu tidak sama'
Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?
Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan
Bob Myers mencoba dan gagal untuk membenarkan strategi dua garis waktu Warriors yang gagal

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:46 WIB

Jika Iran tidak menjual minyak, negara-negara Teluk juga tidak akan menjual minyak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:36 WIB

Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:32 WIB

Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:12 WIB

Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:08 WIB

Canelo Alvarez merefleksikan kehilangan Terence Crawford: 'Jika pikiran Anda tidak ada di sana, maka itu tidak sama'

Berita Terbaru

HEADLINE

Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:36 WIB

HEADLINE

Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:32 WIB