Ringkasan Berita:
- Sagu dikembangkan sebagai salah satu program ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Singkil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Bupati Safriadi meminta Dinas Pangan Aceh Singkil berkolaborasi dengan Dinas Perkebunan setempat, memberikan pembinaan kepada petani dan pengrajin sagu.
- Sagu merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan program ketahanan pangan, dimulai dari sejarah masa lalu
.Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil
RakyatPos.id, SINGKIL – Sagu dikembangkan sebagai salah satu program ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Singkil.
Hal itu disampaikan Bupati Aceh Singkil, Safriadi saat membuka Festival Sagu Singkel 2026 di Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, Rabu (22/7/2026).
Terkait hal itu, Safriadi meminta Dinas Pangan Aceh Singkil berkolaborasi dengan Dinas Perkebunan setempat, melakukan pembinaan kepada petani dan pengrajin sagu.
“Program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden kita dimulai pada tahun 2015 dengan memberikan pembinaan.
Batang sagu ini akan kita lestarikan, kita tanam kembali. “Kami membangun masyarakat untuk terus mengembangkan sagu,” kata Safriadi.
Baca juga: Peduli Kuliner Warisan Nenek Moyang Singkil, Ibu-Ibu Siapkan Jajanan Sagu Serba Sagu
Sagu merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan program ketahanan pangan, dimulai dari sejarah masa lalu.
Dahulu masyarakat Aceh Singkil memanfaatkan sagu sebagai bahan baku makanan. Tradisi ini diwariskan secara turun temurun hingga saat ini.
Berbagai jenis kuliner yang nikmat
Jadi masyarakat Aceh Singkil mempunyai berbagai jenis kuliner berbahan dasar sagu.
Mulai dari sagu lompong sebagai hidangan pembuka, cello sagu sebagai hidangan utama, dan sagu gedah sebagai hidangan penutup.
Sedangkan minumannya ada godekh sagu.
Fakta lainnya, rumbia sebagai tanaman penghasil pati sagu tersebar sejauh mata memandang di daerah aliran sungai Singkil.
Sebelumnya, Bupati Safriadi menegaskan, Festival Sagu Singkel 2026 memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekedar hajatan kuliner.
Festival Sagu merupakan bentuk upaya bersama menjaga denyut sejarah, menjaga identitas daerah dan memperkenalkan kekayaan lokal kepada dunia.

















