Ringkasan Berita:
- Dinas Kelautan dan Perikanan Bireuen membangun rumah produksi garam rakyat Nasrida Garam
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Pemerintah daerah memberikan dukungan berupa bantuan keuangan sebesar Rp2,9 miliar
- Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan 60 dapur perebusan garam
- Pembangunan Brine Refinery System bertujuan untuk menjaga kestabilan produksi garam dari faktor cuaca
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen
RakyatPos.id, BIREUEN – Rumah produksi garam di Desa Kuta Trieng, Peulimbang, Bireuen, merupakan usaha produksi garam yang berada di bawah pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bireuen dan akan terus diawasi. Usaha ini diharapkan bisa menjadi contoh produksi garam rakyat di Bireuen.
Hal tersebut disampaikan Kepala DKP Bireuen, Ir. M. Jafar, MM yang mendampingi Wakil Bupati Bireuen meninjau usaha tersebut, Selasa (21/7/2026).
“Rumah produksi garam ‘Nasrida Garam’ ini didukung oleh dinas. Dalam hal ini, kami terus mendorong seluruh masyarakat Bireuen, khususnya yang tinggal di pesisir pantai, untuk mau berwirausaha seperti yang dilakukan M. Nasir,” ujarnya.
Upaya pengembangan usaha ini mempunyai alasan yang kuat karena laut menyimpan banyak potensi yang dapat digali dan dikembangkan menjadi usaha yang dapat menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.
Ia menambahkan, pemerintah daerah dalam hal ini DKP terus memberikan dukungan kepada seluruh rumah produksi garam yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Partai akan terus berupaya membantu masyarakat mengusulkan program beberapa kementerian dan DKP Aceh. Alhamdulillah, tahun ini kami mendapat bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh sebesar Rp2,9 miliar untuk program ini,” ujarnya.
Baca juga: Perkuat Daya Saing Industri Lokal, BBPOM Aceh Dorong Legalisasi Produk Garam Olahan
Baca juga: Usaha Garam Rakyat Harapan Bisa Menjadi Ikon Bireuen dan Terus Berkembang
Baca juga: Diskominfo Nagan Adakan Wawancara Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral
Program ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupa bantuan untuk 60 dapur perebusan garam di Kabupaten Bireuen, dengan fokus di Kecamatan Jeunieb, Peulimbang, dan Panjang.
Tahun ini, kata dia, di Peulimbang juga ada bantuan dari KKP untuk pembangunan Brine Refinery System (BRS) berupa fasilitas atau unit usaha sistem penyulingan dan penjernihan air tua (brine) hasil pengolahan garam.
Pembangunan BRS merupakan program bantuan rehabilitasi sektor garam oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mesin ini digunakan untuk menyaring atau mengubah air laut (air asin) menjadi air tawar, yang umumnya disebut mesin desalinasi dengan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Dengan proses penyaringan bertekanan tinggi melalui mesin ini, air asin diubah menjadi air tawar yang aman untuk dikonsumsi.
Ia menambahkan, dengan adanya BRS ini diharapkan produksi garam dapat terus berjalan tanpa terpengaruh oleh faktor iklim dan cuaca.

















