Kasus mantan Jampidsus Febrie membuat masyarakat sulit mempercayai Kejaksaan

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


RakyatPos.id -Terungkapnya kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah dinilai menggerus tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Korps Adhyaksa.

Sorotan tajam tersebut disampaikan Peneliti Senior Forum Masyarakat Pemerhati Parlemen (Formappi), Lucius Karus dalam forum diskusi bertajuk Urgensi Pengungkapan Aliran Uang Pidana dan Pelaku Intelektual pada Kasus Eks Jampidsus di Jakarta Pusat, Rabu, 22 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Lucius, keterlibatan petinggi eks Jampidsus dalam praktik korupsi merupakan pukulan telak bagi integritas penegakan hukum di Tanah Air.

“Masyarakat terus memantau sejauh mana proses hukum terhadap Febrie. Namun di sisi lain, ada keraguan obyektif dari masyarakat jika kejaksaan menangani sendiri kasus ini, mengingat penyidik ​​Pidsus merupakan mantan anak buah dari yang bersangkutan,” kata Lucius.

Ia menilai pemberitaan pemberantasan korupsi di Indonesia yang masih mengkhawatirkan tidak lepas dari kelalaian yang sistemik. Salah satu indikatornya terlihat dari peraturan-peraturan yang dihasilkan DPR dalam beberapa tahun terakhir, seringkali sarat akan kepentingan politik.

Selain itu, ketidakpatuhan penyelenggara negara dalam melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) secara jujur ​​dan berkala juga membuat aparat penegak hukum kesulitan menelusuri aliran Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Oleh karena itu, Lucius menegaskan, penanganan skandal yang menyeret eks Jampidsus ini harus dijadikan momentum koreksi total dan reformasi penegakan hukum secara sistemik di Indonesia.

Kasus ini harus menjadi landasan perbaikan hukum sekaligus bukti keseriusan negara dalam agenda pemberantasan korupsi, kata Lucius.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Cole Hauser Tentang “Tantangan” 'Dutton Ranch' Tanpa Taylor Sheridan”.
Meski sudah meminta maaf, Hotman Paris tetap diproses hukum, Polda Metro memeriksa 10 saksi
Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh
Menjaga Hutan Mangrove Tanah Papua: Paru-Paru Terakhir Indonesia
AJI Desak Prabowo Minta Maaf atas Tudingan Jurnalis Londo Ireng
Pesawat tempur F-16 Ukraina membuat sejarah dalam menyerang jet Su-35 Rusia
HRD Pimpin Kelompok PKB Aceh Audiensi dengan Wakil Ketua DPR RI
Gubernur Nawipa: HAN 2026 Momentum Hentikan Kekerasan Terhadap Anak

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:59 WIB

Cole Hauser Tentang “Tantangan” 'Dutton Ranch' Tanpa Taylor Sheridan”.

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:48 WIB

Meski sudah meminta maaf, Hotman Paris tetap diproses hukum, Polda Metro memeriksa 10 saksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:34 WIB

Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:24 WIB

Menjaga Hutan Mangrove Tanah Papua: Paru-Paru Terakhir Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:03 WIB

AJI Desak Prabowo Minta Maaf atas Tudingan Jurnalis Londo Ireng

Berita Terbaru

HEADLINE

Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh

Jumat, 24 Jul 2026 - 21:34 WIB