VIDEO – Anwar Ibrahim geram, seluruh warga Israel di Malaysia diancam akan diusir

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan pemerintahnya akan mendeportasi setiap warga negara Israel yang ditemukan di wilayah Malaysia.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul laporan terkait dugaan kehadiran warga Israel yang disebut-sebut menggunakan kewarganegaraan ganda di kawasan Forest City, Johor.

Anwar menegaskan, Malaysia tetap berpegang pada kebijakan luar negerinya yang tidak mengakui negara Israel. Oleh karena itu, setiap warga negara Israel yang teridentifikasi berada di Malaysia akan segera diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Mahasiswa Pertambangan USK dan UMK Malaysia Belajar Komunikasi Publik di Kantor Serambi Indonesia

“Kalau ada warga Israel akan langsung diusir karena tidak kami kenali,” kata Anwar kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).

Terkait dugaan kehadiran WN Israel di Johor, Anwar mengatakan otoritas terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas dan aktivitas pihak-pihak yang dimaksud.

Sementara itu, Departemen Imigrasi Malaysia mengungkapkan telah melakukan pemeriksaan terhadap 266 warga asing dari 40 negara di kawasan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, seluruh individu yang diperiksa ternyata memiliki dokumen perjalanan yang sah. Namun pihak berwenang menegaskan, proses penyelidikan belum berakhir dan masih berlangsung untuk memastikan identitas dan aktivitas mereka.

Selain fokus pada aspek keimigrasian, Anwar juga memerintahkan instansi terkait mengusut operasional berbagai perusahaan yang beroperasi di kawasan Hutan Kota.

Baca juga: Anwar Ibrahim Tegaskan Deportasi Warga Israel di Malaysia

Pemeriksaan tersebut meliputi legalitas izin usaha, penggunaan lahan, penyediaan akomodasi, dan kepatuhan terhadap berbagai peraturan yang berlaku.

Anwar menegaskan, setiap bentuk pelanggaran yang ditemukan harus ditindak tegas tanpa kecuali sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam penegakan hukum.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Berita Terbaru