Ringkasan Berita:
- Andy Burnham diproyeksikan menggantikan Keir Starmer sebagai pemimpin Partai Buruh dan Perdana Menteri Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Perjalanan politik Burnham dimulai dari latar belakang keluarga kelas pekerja di Liverpool hingga menjadi Walikota Greater Manchester.
- Ia dikenal sebagai 'Raja Negeri Utara' karena keberhasilannya mengelola transportasi umum melalui proyek Bee Network.
- Meski dua kali gagal terpilih sebagai ketua partai, Burnham tetap menjadi tokoh berpengaruh di akar rumput.
RakyatPos.id, LONDON — Andy Burnham bersiap memasuki babak baru dalam perjalanan politiknya. Politisi Partai Buruh berusia 56 tahun itu dikabarkan akan menggantikan Keir Starmer sebagai pemimpin Partai Buruh dan mengambil alih jabatan Perdana Menteri Inggris.
Bagi banyak pengamat politik Inggris, naiknya Burnham ke tampuk kekuasaan merupakan perjalanan panjang bagi politisi yang selama lebih dari dua dekade berada di garis depan Partai Buruh. Ia bukanlah sosok yang tiba-tiba tampil di kancah nasional, melainkan sosok yang telah melalui berbagai fase: anggota parlemen muda, menteri kabinet, calon pimpinan partai yang dua kali gagal, hingga wali kota daerah yang membangun citra sebagai pembela Inggris utara.
Burnham dikenal sebagai politisi beraliran populis kiri moderat yang kerap mengedepankan isu pelayanan publik, ketimpangan regional, transportasi, dan perlindungan masyarakat kelas pekerja.
Jika ia resmi menjadi perdana menteri, ia akan menjadi salah satu tokoh Partai Buruh paling berpengalaman dalam beberapa dekade terakhir.
Dari keluarga sederhana di Cheshire
Andy Burnham lahir di Liverpool pada tahun 1970 dan dibesarkan di Culcheth, sebuah desa di Cheshire dekat Warrington.
Dia berasal dari keluarga kelas pekerja. Ayahnya bekerja sebagai insinyur di sebuah perusahaan telekomunikasi Inggris, sedangkan ibunya adalah resepsionis dokter umum. Kedua orang tuanya merupakan pendukung Partai Buruh, sehingga nilai-nilai politik Partai Buruh sudah hadir dalam kehidupan Burnham sejak kecil.
Ketertarikannya pada politik mulai tumbuh ketika ia masih remaja. Burnham mengatakan bahwa keputusan untuk bergabung dengan Partai Buruh pada usia 14 tahun dipengaruhi oleh drama televisi BBC, “Boys from the Blackstuff”, yang menggambarkan perjuangan para pengangguran di Liverpool.
Selain politik, Burnham juga dikenal sebagai penggemar sepak bola. Ia merupakan pendukung besar klub Everton dan sejak kecil sudah dikenal sebagai pribadi yang kompetitif dan aktif di bidang olahraga.
Di sekolah menengah Katoliknya, ia bahkan berpartisipasi dalam simulasi pemilihan politik sebagai kandidat Partai Buruh dan memenangkan kontes tersebut.
Pendidikan Cambridge dan karir politik awal
Burnham menjadi orang pertama di keluarganya yang menerima pendidikan universitas. Ia belajar bahasa Inggris di Cambridge University, salah satu institusi pendidikan paling bergengsi di Inggris.
Namun, masa kuliahnya tidak selalu mudah. Dalam bukunya “Head North”, Burnham mengungkapkan bahwa dirinya pernah merasa belum sepenuhnya cocok dengan lingkungan Cambridge dan kerap meragukan kemampuannya.
Menurutnya, musik asal Manchester, khususnya band-band seperti The Smiths dan The Stone Roses, memberikan identitas dan rasa keterhubungan dengan budaya Inggris bagian utara.

















