Ringkasan Berita:
- SMK Negeri 1 Nibong melepas 40 siswa dari tiga kompetensi keterampilan untuk mengikuti Prakerin selama enam bulan di instansi pemerintah, perusahaan dan dunia industri di Aceh Utara dan Lhokseumawe.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Pj Kepala Sekolah Khairuddin menekankan pentingnya menjaga prinsip 5M (Mulut, Pikiran, Suasana Hati, Uang dan Tata Krama).
- Pihak sekolah tetap memastikan proses pembelajaran berjalan melalui sistem e-learning, sedangkan siswa kelas XII akan kembali bersekolah pada akhir Oktober 2026 untuk mengikuti Asesmen Nasional.
RakyatPos.id, ACEH UTARA – SMK Negeri 1 Nibong resmi melepas 40 siswanya untuk mengikuti Praktek Kerja Industri (Prakerin) Tahun Pelajaran 2026/2027, Kamis (16/7/2026).
Program ini merupakan bagian dari penerapan pembelajaran berbasis kerja serta persyaratan kelulusan bagi mahasiswa.
Penanggung jawab Prakerin yang juga Wakil Kepala Bidang Humas Wahyu Hidayat mengatakan, peserta Prakerin berasal dari tiga kompetensi keterampilan, yakni Perancangan Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik Pendinginan dan Tata Udara (TPTU), dan Perbankan dan Jasa Keuangan Syariah (LPBnS).
Sebanyak 40 siswa akan menjalani Prakerin di berbagai instansi pemerintah, perusahaan swasta, dunia usaha dan dunia industri di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Baca juga: Forum Masyarakat Kecamatan Nibong Santuni Yatim dan Buka Puasa Bersama
“Penempatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata sesuai kompetensi masing-masing mahasiswa,” kata Wahyu.
Pj Kepala SMK Negeri 1 Nibong, Khairuddin menegaskan, Prakerin bukan sekedar sarana peningkatan keterampilan dan pengalaman kerja, namun merupakan bagian penting dari kurikulum yang harus ditempuh siswa.
Selama menjalani Prakerin selama enam bulan atau satu semester, siswa diminta menjaga nama baik sekolah dengan menunjukkan sikap dan perilaku positif di lingkungan kerja.
Khairuddin mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip 5M, yaitu Mulut (berbicara), Pikiran (pikiran), Mood (mengendalikan emosi), Uang (kejujuran dalam mengelola keuangan), dan Manner (etika dan tata krama).
Menurutnya, dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan lulusan yang memiliki kemampuan teknis, namun juga berkarakter, berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
Mendukung proses pembelajaran
Meski mengikuti Prakerin, siswa kelas XII dijadwalkan kembali bersekolah pada akhir Oktober 2026 untuk mengikuti Asesmen Nasional (AN) dan Uji Kompetensi Akademik (TKA).
Untuk menunjang proses pembelajaran selama berada di lokasi Prakerin, pihak sekolah juga telah menyiapkan sistem e-learning agar siswa tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran secara mandiri.
Melalui program ini, SMK Negeri 1 Nibong berharap siswa memperoleh pengalaman kerja yang relevan, meningkatkan kompetensi profesional, dan membangun karakter sebagai persiapan memasuki dunia kerja dan melanjutkan pendidikan.
Baca juga: Stok gabah menipis pasca banjir, harga beras di Lhokseumawe, Aceh Utara naik

















