Ringkasan Berita:Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan beberapa anggota pemerintah Israel berusaha mempengaruhi opini publik Amerika untuk menolak diplomasi dengan Iran dan melanjutkan operasi militer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Vance mengatakan kampanye tersebut bertujuan untuk mempengaruhi kebijakan AS, meskipun ia mengakui upaya lobi antarnegara adalah hal yang biasa.
Pernyataan tersebut menyoroti hubungan AS-Israel, sementara pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi.
RakyatPos.id, WASHINGTON – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, mengungkapkan beberapa anggota pemerintah Israel berusaha mempengaruhi opini publik Amerika Serikat untuk menolak upaya diplomasi dengan Iran yang digalakkan Washington untuk mengakhiri konflik kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Vance saat wawancara di podcast The Joe Rogan Experience, seperti dikutip Reuters, Kamis (16/7/2026).
Vance mengatakan dia “yakin tanpa keraguan” bahwa ada orang-orang di pemerintahan Israel yang menginginkan Amerika Serikat tidak melakukan diplomasi.
Menurutnya, mereka lebih memilih operasi militer terhadap Iran terus berlanjut dibandingkan mencapai kesepakatan damai.
Dia mengatakan ada kampanye yang didukung dana besar untuk membentuk opini publik di Amerika Serikat terhadap kesepakatan dengan Iran.
Meski demikian, Vance mengakui upaya mempengaruhi kebijakan negara lain merupakan hal biasa dalam hubungan internasional, baik dilakukan oleh sekutu maupun lawan.
“Yang penting adalah apakah upaya-upaya ini mempengaruhi proses pengambilan keputusan politik di Amerika Serikat,” kata Vance.
Baca juga: Amerika Serikat membombardir Iran selama enam jam, Teheran membalas pangkalan militer AS di Teluk
Dalam wawancara tersebut, Vance juga mengindikasikan bahwa Amerika Serikat kemungkinan besar tidak akan terlibat dalam konflik dengan Iran jika bukan karena dorongan dari Israel.
Kendati demikian, ia menegaskan Presiden Donald Trump tetap berkomitmen mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Perjanjian diplomatik yang didukung pemerintahan Trump mendapat kritik dari sejumlah kelompok di Amerika Serikat dan Israel.
Para penentang mengatakan perjanjian tersebut tidak cukup kuat untuk membatasi program rudal Iran atau memastikan bahwa fasilitas nuklir negara tersebut dihentikan secara permanen.
Sejumlah pejabat Israel yang enggan disebutkan namanya, menilai perjanjian tersebut berpotensi melemahkan posisi keamanan Israel di kawasan Timur Tengah.
Hingga laporan ini diterbitkan, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Vance terkait dugaan upaya mempengaruhi opini publik Amerika Serikat untuk menolak diplomasi dengan Iran.
Baca juga: VIDEO Iran Masukkan Mural Trump ke dalam Peti Mati, Tuntut Balas Dendam

















