RakyatPos.id – — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membantah keras isu keponakannya mendapat jabatan komisaris di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karena kedekatan keluarga.
Untuk menepis tudingan tersebut, Dody bahkan melontarkan tantangan terbuka kepada siapa saja yang bisa membuktikan kebenaran informasi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan nada tegas, Dody mengaku siap umroh bersama keluarga jika mampu menunjukkan bukti bahwa sosok yang dimaksud benar-benar keponakannya dan mendapat jabatan karena hubungan kekeluargaan.
“Saya akan umrohkan bapak dan keluarga jika saya bisa membuktikan bahwa itu keponakan saya,” kata Dody menanggapi isu yang beredar di ruang publik.
Pernyataan ini muncul setelah nama Aisyah Zakiyyah menjadi sorotan publik setelah diketahui menjabat sebagai Komisaris PT PP (Persero) Tbk. Sejumlah pihak kemudian mengaitkan Aisyah dengan Dody Hanggodo dan menyebut perempuan tersebut adalah keponakan menteri.
Dody menegaskan, informasi tersebut tidak benar.
Menurut dia, isu yang berkembang telah menyesatkan dan berpotensi membentuk persepsi masyarakat yang salah terkait praktik nepotisme pengisian jabatan di lingkungan BUMN.
Bentuk keseriusannya membantah tudingan tersebut, Dody mengaku membuka semacam kompetisi yang berlaku selama satu bulan. Dalam kurun waktu tersebut, siapapun boleh membuktikan klaim bahwa Aisyah adalah keponakannya.
“Saya kasih waktu satu bulan. Kalau ada bukti tolong tunjukkan,” ujarnya.
Selain membantah isu adanya hubungan keluarga dengan komisaris BUMN tersebut, Dody juga menampik tudingan lain yang mengaitkan mutasi sejumlah pegawai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dengan bocornya dokumen perjalanan dirinya dan keluarga ke Amerika Serikat yang sempat menjadi perbincangan publik.
Menurut Dody, mutasi pegawai merupakan hal yang lumrah terjadi di kementerian yang dipimpinnya. Ia mengingatkan, Kementerian Pekerjaan Umum memiliki jumlah pegawai yang sangat banyak sehingga perpindahan jabatan dan penugasan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi.
“Pegawai kami berjumlah puluhan ribu. Mutasi merupakan hal yang lumrah dan rutin untuk keperluan organisasi,” kata Dody.
Ia menegaskan, tidak ada kaitan antara mutasi pegawai dengan beredarnya dokumen perjalanan keluarga yang viral di media sosial.
Untuk itu, Dody meminta masyarakat tidak mengaitkan dua isu berbeda tersebut.
Munculnya isu mengenai jabatan komisaris BUMN dan dugaan adanya hubungan kekerabatan dengan pejabat negara kembali memunculkan perdebatan terkait transparansi dan tata kelola perusahaan pelat merah.
Dalam beberapa tahun terakhir, pengangkatan komisaris BUMN kerap menarik perhatian masyarakat karena dinilai harus memenuhi prinsip profesionalisme, kompetensi, dan bebas dari praktik benturan kepentingan.
Respon Dody yang memilih menantang penyebar isu melalui kompetisi pun mendapat respons beragam.
Ada pula yang menilai langkah tersebut menunjukkan keyakinannya bahwa tuduhan yang beredar tidak berdasar.
Namun ada pula yang menilai polemik semacam ini sebaiknya dijawab melalui data terbuka dan penjelasan resmi agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, pernyataan Dody merupakan penegasan bahwa ia menolak tudingan nepotisme dan siap mempertaruhkan reputasinya untuk membantah pemberitaan yang menurutnya tidak sesuai fakta.
















