Ringkasan Berita:
- Raut kebahagiaan terlihat jelas di wajah Cut Fitri sambil memegang erat kunci rumah barunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Warga Desa Sukajadi, Aceh Tamiang ini akhirnya bisa tersenyum lega setelah terpaksa bertahan berbulan-bulan di gubuk darurat.
- Mulai Rabu (15/7/2026), Cut Fitri resmi meninggalkan posko pengungsian untuk menempati tempat tinggal tetap (huntap) di Desa Tanjungseumantoh, Kecamatan Karangbaru.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
RakyatPos.id, KUALASIMPANG – Raut kebahagiaan terlihat jelas di wajah Cut Fitri sambil memegang erat kunci rumah barunya.
Warga Desa Sukajadi, Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang ini akhirnya bisa tersenyum lega setelah terpaksa bertahan berbulan-bulan di gubuk darurat yang dibangun di bangunan darurat di atas bekas rumahnya.
Mulai Rabu (15/7/2026), Cut Fitri resmi meninggalkan posko pengungsian untuk menempati tempat tinggal tetap (huntap) di Desa Tanjungseumantoh, Kecamatan Karangbaru.
Perumahan ini dibangun khusus untuk warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir bandang pada November 2025.
“Desa kami hancur saat banjir. Selama ini kami terpaksa tinggal di gubuk-gubuk kecil seadanya, bahkan sering di tenda seadanya. Kalau hujan bocor, kalau siang panas. Alhamdulillah hari ini kami diberikan kunci rumah baru, saya senang sekali karena ini yang kami butuhkan,” kata Cut Fitri.
Meski bersyukur hidupnya kini lebih aman, perempuan yang berprofesi sebagai penjual kue ini mengaku masih menghadapi tantangan baru terkait lokasi rumah barunya.
Lokasi tempat tinggal tetapnya ini cukup jauh dari pusat aktivitas kota sehingga ia harus beradaptasi dengan kondisi tersebut demi kelangsungan usaha dan pendidikan anak-anaknya.
Agak sulit kalau mau mengantar anak ke sekolah, karena anak-anak kita bersekolah di Kota Kualasimpang, kata Cut Fitri yang juga harus memikirkan bagaimana cara membawa dagangan kuenya ke pasar.
Meski demikian, kehadiran rumah bantuan ini tetap menjadi jawaban atas penantian panjang keluarganya yang kehilangan harta benda. Bersama ratusan kepala keluarga lainnya di tahap pertama ini, Cut Fitri kini bisa menata kembali masa depan ke tempat yang jauh lebih tepat.

















