Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak LPSK, Ini Reaksi Jaksa Agung

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


RakyatPos.id – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menolak permohonan justice collaborator (JC) yang diajukan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya. Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan proses hukum terhadap Sony Sonjaya dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus berlanjut.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Anang Supriatna menyatakan, pihaknya menghormati kewenangan LPSK dalam mengambil keputusan tersebut.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penolakan JC dari LPSK sepenuhnya menghormati kewenangan lembaga LPSK, kata Anang kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

Ia memastikan tim penyidik ​​akan terus mengusut kasus yang melibatkan Sony.

“Yang bersangkutan akan terus kami lakukan pemeriksaan sesuai dengan mekanisme prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Menurut dia, tim penyidik ​​tetap mengedepankan asas kehati-hatian dalam menjalankan tugasnya. Ia pun menjamin seluruh proses hukum tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

“Dalam menjalankan tugasnya, penyidik ​​tetap berhati-hati dan menjunjung asas praduga tak bersalah,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua LPSK Susilaningtias mengatakan Sony ditolak karena tidak memenuhi syarat sebagai justice collaborator atau JC.

Justice collaborator adalah sebutan bagi pelaku kejahatan yang bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap suatu kasus kejahatan terorganisir.

Jadi Pak Sony tidak memenuhi syarat sebagai JC, karena tidak memenuhi syarat dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban UU Nomor 3 Tahun 2026 dan PP tentang JC PP 24 Tahun 2025, kata Susi kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Berita Terbaru