RakyatPos.id – Pasukan pemerintah Yaman, Senin (13/7/2026), menyerang landasan pacu Bandara Internasional Sanaa yang dikuasai kelompok Houthi. Serangan itu bertujuan untuk mencegah pesawat Iran mendarat.
Kementerian Pertahanan Yaman, seperti dilansir Kantor Berita Saba, menyatakan kelompok Houthi mencegah pesawat maskapai nasional Yaman, yang dikelola oleh perusahaan milik pemerintah yang sah dan diakui internasional, untuk mendarat di bandara Sanaa. Di sisi lain, Houthi memberikan izin pesawat Iran untuk mendarat. Kehadiran pesawat Iran di Sanaa dianggap sebagai pelanggaran wilayah udara Yaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibatnya, landasan pacu bandara menjadi sasaran, demikian bunyi keterangan Kementerian Pertahanan Yaman, dikutip dari Anadolu, Selasa (14/7/2026).
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Yaman menyerukan evakuasi bandara Sanaa, dan memperingatkan warga sipil untuk menjauh dari daerah tersebut.
Sementara itu, pesawat Iran mengalihkan pendaratannya ke Bandara Al Hodaida di Yaman barat.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, bersumpah akan membalas serangan pasukan Yaman di bandara Sanaa.
Kelompok Houthi menggulingkan pemerintahan sah Yaman dan merebut ibu kota Sanaa, sehingga memicu perang saudara sejak Januari 2015. Perang tersebut juga melibatkan pasukan koalisi di bawah kepemimpinan Arab Saudi, yang membela pemerintahan sah Yaman, melawan kelompok Houthi. Saudi dan Houthi kemudian menyetujui gencatan senjata pada Maret 2022.
Saat ini kedua belah pihak masih mengklaim menguasai Sanaa, meski ibu kota Yaman secara fisik dikuasai Houthi.
















