Ringkasan Berita:
- Gelombang panas ekstrem melanda Amerika Serikat, dengan Salt Lake City dan Billings mencatat rekor suhu tertinggi sebesar 43 derajat Celcius dalam sejarah cuaca yang tercatat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Cuaca panas memperparah kebakaran hutan di Colorado dan Utah, sementara warga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan dan tetap menjaga kesehatan.
- Para ilmuwan menilai semakin seringnya gelombang panas berkaitan dengan perubahan iklim global akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca.
Cuaca panas memperparah kebakaran hutan di Colorado dan Utah, sementara warga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan dan tetap menjaga kesehatan.
RakyatPos.id, WASHINGTON DC – Amerika Serikat (AS) kembali menghadapi gelombang panas ekstrem yang memicu rekor suhu tinggi di sejumlah wilayah, terutama wilayah tengah hingga Pegunungan Rocky.
Kondisi cuaca yang tidak biasa ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memperparah kebakaran hutan yang masih terjadi di beberapa negara bagian.
Berdasarkan data awal National Weather Service (NWS) pada Minggu (12/7/2026), suhu udara di sejumlah kota mencapai level tertinggi sejak dilakukan pencatatan cuaca lebih dari satu setengah abad lalu.
Salah satu wilayah yang mencetak rekor baru adalah Salt Lake City, ibu kota Negara Bagian Utah.
Suhu di kota tersebut mencapai 43 derajat Celcius, melampaui rekor sebelumnya sebesar 42 derajat Celcius.
Rekor serupa juga terjadi di Billings, kota terbesar di Negara Bagian Montana.
Suhu di kota ini juga tercatat sebesar 43 derajat Celcius, menggeser rekor lama sekitar 42,2 derajat Celcius yang telah bertahan selama puluhan tahun.
Baca juga: Gelombang Panas Pecahkan Rekor di Eropa, Suhu Capai 41 Derajat dan Korban Terus Bertambah
Badan cuaca Amerika Serikat memperkirakan kondisi panas ekstrem ini akan berlanjut setidaknya hingga Selasa.
Maka masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan, menjaga kecukupan cairan tubuh, dan memperhatikan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.
Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, suhu tinggi juga mempersulit penanganan kebakaran hutan yang masih melanda sejumlah wilayah, terutama di Colorado dan Utah.
Cuaca yang sangat panas membuat vegetasi menjadi lebih kering sehingga api lebih mudah menyebar.
Kondisi ini pun menyulitkan petugas pemadam kebakaran yang terus berusaha mengendalikan titik api di lapangan.
Gelombang panas ini terjadi hanya sekitar seminggu setelah wilayah timur Amerika Serikat juga mengalami suhu ekstrem.

















