NPA Targetkan 32 Persen Kandungan Lokal LNG Papua di PNG

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, RakyatPos.id – National Petroleum Authority (NPA) menargetkan kandungan lokal sebesar 32 persen pada Proyek LNG Papua di Papua Nugini (PNG).

Plt CEO NPA, David Manau menjelaskan, Kebijakan Kandungan Sektor Perminyakan Nasional menetapkan kandungan nasional sebesar 33 persen pada proyek migas.

Namun, ia mencatat bahwa kebijakan tersebut memerlukan konsultasi dan dukungan yang lebih baik bagi pengembang untuk menerapkannya.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari kandungan nasional sebesar 33% pada proyek migas, National Petroleum Authority (NPA) mengidentifikasi tiga pilar utama: pengembangan tenaga kerja, pengembangan pemasok, dan peningkatan perusahaan pemilik lahan, seperti dikutip RakyatPos.id dari laman tvwan.com.pg, Senin (13/7/2026).

NPA juga merekomendasikan agar kebijakan tersebut diterapkan pada tahap konstruksi dan pengembangan utama Proyek LNG Papua setelah Keputusan Investasi Akhir, untuk memastikan keterlibatan yang lebih kuat dari pemilik tanah di wilayah yang terkena dampak proyek LNG Papua senilai US$14,5 miliar.

Akan ada tiga pilar utama, yaitu pengembangan tenaga kerja, pengembangan pemasok, dan pengembangan perusahaan pemilik lahan.

“Dalam kebijakan kandungan nasional sektor perminyakan, ada target kandungan nasional sebesar 33 persen dalam kebijakan tersebut, jadi kami menargetkan 32 persen pada eksplorasi, rekayasa awal, desain, konstruksi, produksi, dan operasi proyek pasca konstruksi,” kata Manau.

Manau menyatakan bahwa, meskipun Otoritas Perminyakan Nasional telah menerapkan Kebijakan ini, hal ini memerlukan konsultasi dan dukungan lebih lanjut, agar benar-benar efektif dalam mencapai tujuan Pemerintah Nasional dalam mempromosikan kandungan nasional yang lebih kuat dalam proyek-proyek sumber daya utama di negara tersebut.

Dia mengatakan kebijakan tersebut diterapkan oleh NPA dan memerlukan konsultasi, penyelarasan, dan dukungan dari pengembang untuk memajukannya.

“Jadi ada proses bagi NPA dan pengembang untuk bekerja sama sehingga masyarakat lokal dan perusahaan pemilik lahan dapat terlibat secara berarti selama tahap konstruksi,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Berita Terbaru