Jayapura, RakyatPos.id – National Petroleum Authority (NPA) menargetkan kandungan lokal sebesar 32 persen pada Proyek LNG Papua di Papua Nugini (PNG).
Plt CEO NPA, David Manau menjelaskan, Kebijakan Kandungan Sektor Perminyakan Nasional menetapkan kandungan nasional sebesar 33 persen pada proyek migas.
Namun, ia mencatat bahwa kebijakan tersebut memerlukan konsultasi dan dukungan yang lebih baik bagi pengembang untuk menerapkannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari kandungan nasional sebesar 33% pada proyek migas, National Petroleum Authority (NPA) mengidentifikasi tiga pilar utama: pengembangan tenaga kerja, pengembangan pemasok, dan peningkatan perusahaan pemilik lahan, seperti dikutip RakyatPos.id dari laman tvwan.com.pg, Senin (13/7/2026).
NPA juga merekomendasikan agar kebijakan tersebut diterapkan pada tahap konstruksi dan pengembangan utama Proyek LNG Papua setelah Keputusan Investasi Akhir, untuk memastikan keterlibatan yang lebih kuat dari pemilik tanah di wilayah yang terkena dampak proyek LNG Papua senilai US$14,5 miliar.
Akan ada tiga pilar utama, yaitu pengembangan tenaga kerja, pengembangan pemasok, dan pengembangan perusahaan pemilik lahan.
“Dalam kebijakan kandungan nasional sektor perminyakan, ada target kandungan nasional sebesar 33 persen dalam kebijakan tersebut, jadi kami menargetkan 32 persen pada eksplorasi, rekayasa awal, desain, konstruksi, produksi, dan operasi proyek pasca konstruksi,” kata Manau.
Manau menyatakan bahwa, meskipun Otoritas Perminyakan Nasional telah menerapkan Kebijakan ini, hal ini memerlukan konsultasi dan dukungan lebih lanjut, agar benar-benar efektif dalam mencapai tujuan Pemerintah Nasional dalam mempromosikan kandungan nasional yang lebih kuat dalam proyek-proyek sumber daya utama di negara tersebut.
Dia mengatakan kebijakan tersebut diterapkan oleh NPA dan memerlukan konsultasi, penyelarasan, dan dukungan dari pengembang untuk memajukannya.
“Jadi ada proses bagi NPA dan pengembang untuk bekerja sama sehingga masyarakat lokal dan perusahaan pemilik lahan dapat terlibat secara berarti selama tahap konstruksi,” ujarnya.
Lanjutkan Membaca
















