Ringkasan Berita:
- Jelang Grand Duel Rapai Pase “Blah Deh Krueng versus Blah Nou Krueng” yang digelar di Desa Dayah Meuria, Aceh Utara, Sabtu (25/7/2026) malam, puluhan kelompok peserta tengah mematangkan persiapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Setidaknya 50 grup Rapai Pase terbaik dari berbagai kecamatan di Aceh Utara dipastikan akan mengikuti pertunjukan ini.
- Acara ini diperkirakan menjadi salah satu pertunjukan Rapai Pase terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
RakyatPos.id, LHOKSUKON – Jelang Grand Duel Rapai Pase “Blah Deh Krueng versus Blah Nou Krueng” yang digelar di Desa Dayah Meuria, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (25/7/2026) malam, puluhan kelompok peserta tengah mematangkan persiapan.
Setidaknya 50 grup Rapai Pase terbaik dari berbagai kecamatan di Aceh Utara dipastikan akan mengikuti pagelaran budaya terbesar tahun ini.
Tak hanya itu, rombongan asal Kabupaten Aceh Timur, Rapai Matang Keupula, juga akan meramaikan duel akbar tersebut.
Acara ini diperkirakan menjadi salah satu pertunjukan Rapai Pase terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Selain sebagai ajang adu keterampilan antara syekh dan pemain rapai, kegiatan ini juga menjadi momentum kebangkitan para seniman setelah banyak rapai mereka yang rusak akibat banjir yang melanda Aceh Utara beberapa waktu lalu.
Konsep pertunjukannya mengusung kompetisi persahabatan antara dua wilayah besar, yakni Blah Deh Krueng (wilayah tengah-timur Aceh Utara) versus Blah Nou Krueng (wilayah tengah-barat Aceh Utara).
Setiap daerah akan menghasilkan rapai-rapai terbaik yang dikenal mempunyai sejarah panjang dan karakter suara yang khas.
Dibalik keseruan yang akan dihadirkan nantinya, masing-masing kelompok kini disibukkan dengan latihan rutin, sinkronisasi ritme, dan menyetel kembali rapai-rapai pusaka yang telah diwariskan secara turun temurun.
Ketua Kelompok Rapai Pase Peureupok Adharyadi kepada Serambinews.com, Minggu (12/7/2026), pihaknya akan menurunkan tiga rapai andalan, antara lain Rapai Siracon, Gajah Keng, dan Puta Gileng yang dikenal sebagai rapai tua di kawasan itu.
Persiapan terus kami lakukan. Tiga prestasi terbaik akan kami turunkan agar bisa tampil maksimal di Grand Duel nanti, ujarnya.
Sementara itu, pengawas Grup Rapai Putroe Canden Blang Asan, Kecamatan Syamtalira Aron, Ilyas, SSos, mengatakan kepada Sermabinews.com, pihaknya telah menyiapkan Rapai Manyak Meujadi yang dikenal memiliki suara creung yang sangat lantang dan bersih.
Menurutnya, bunyi kreung menjadi penanda penting dalam permainan Rapai Pase karena menjadi isyarat bagi seluruh pemain ketika syekh mengganti lagu atau pola irama.
“Rapai Manyak Meujadi mempunyai suara creung yang sangat nyaring dan bersih. Ini menjadi penanda penting bagi seluruh pemain ketika syekh mengubah ritme pertunjukan,” ujarnya.
Ritual untuk memuliakan Rapai

















