Ringkasan Berita:Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP UNIKI menyelenggarakan Peurasafest 2026 di Gedung SKB Bireuen, 11–13 Juli, sebagai Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Manajemen Seni Pertunjukan yang dikemas dalam bentuk festival budaya.
Kegiatan ini menampilkan karya dari delapan mata kuliah sekaligus melatih kemampuan mahasiswa dalam mengelola pertunjukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pimpinan UNIKI mengapresiasi kreativitas mahasiswa dan berharap karyanya mampu tampil di tingkat yang lebih luas.
Laporan Jurnalis Harian Serambi Indonesia Hendri | Banda Aceh
RakyatPos.id, BANDA ACEH – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Nasional Indonesia (UNIKI) menyelenggarakan Peurasafest (Aneuk Performing Arts Fair) 2026 di Gedung Sanggar Kegiatan Pembelajaran (SKB) Kabupaten Bireuen.
Acara Peurasafest 2026 yang dibuka pada Sabtu (11/7/2026) malam, akan berlangsung selama tiga hari, hingga 13 Juli 2026.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang berekspresi bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan mahasiswa kampus.
Dalam acara tersebut mereka menampilkan hasil belajarnya selama satu semester. Festival ini dibuka resmi oleh Wakil Rektor III UNIKI, Dr. H. Kamaruddin, S.Pd., MM
Baca juga: FKIP UNIKI Bireuen Gelar Ekspresi Bahasa dan Sastra Aceh
Turut hadir dalam pembukaan acara tersebut, Wakil Rektor I UNIKI Dr. Mei Simahatie, SE, MM, Dekan FKIP UNIKI Dr. M. Taufiq, M.Pd., Wakil Dekan FKIP Rahmi, M.Pd., Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen M. Tasrief, SE, MM, Ketua Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Umul Aiman, M.Pd., dosen pengampu mata kuliah, serta perwakilan sanggar seni di Kabupaten Bireuen.
Dalam sambutannya, Kamaruddin menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan profesionalisme mahasiswa dalam menyelenggarakan festival seni.
Dr. H. Kamaruddin menyatakan karya mahasiswa berpotensi tampil tidak hanya di kampus, tapi juga di panggung yang lebih luas.
“Kami sangat bangga melihat mahasiswa Pendidikan Seni Pertunjukan UNIKI tidak hanya belajar secara teoritis, namun mampu menghasilkan karya berkualitas yang layak diapresiasi masyarakat.
“Kampus akan terus mendukung pengembangan potensi tersebut agar karya mahasiswa dapat tampil di berbagai event seni tingkat daerah dan nasional,” ujarnya.
Pengalaman berharga bagi siswa
Sementara itu, Dekan FKIP UNIKI, Dr. M. Taufiq, M.Pd., menilai terselenggaranya festival ini merupakan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan kerjasama tim.
“Mengelola festival seni merupakan proses pembelajaran yang sangat penting.
Siswa belajar bagaimana merencanakan suatu pertunjukan, membangun koordinasi, dan memecahkan berbagai tantangan di lapangan.
“Pengalaman seperti ini akan membekali mereka sebagai pendidik dan praktisi seni di masa depan,” ujarnya.
Peurasafest 2026 merupakan salah satu bentuk Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Manajemen Seni Pertunjukan yang diampu oleh Alhari, M.Sn.
Baca juga: Faperta UNIKI Turut Meriahkan Pasar Tani, Bupati Bireuen Apresiasi
Berbeda dengan model ujian konvensional, evaluasi pembelajaran dikemas dalam bentuk festival budaya sehingga siswa tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga bertanggung jawab mengelola seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari tahap perencanaan, produksi, publikasi, hingga pelaksanaan.
Melalui pengalaman ini, mahasiswa secara langsung menerapkan teori manajemen pertunjukan sekaligus mengembangkan kompetensi seni, kepemimpinan, komunikasi dan kerjasama tim dalam menyelenggarakan pertunjukan seni profesional.
Hari pertama Peurasafest 2026 menyuguhkan berbagai pertunjukan hasil pembelajaran delapan mata kuliah keterampilan, yaitu Sutradara, Ensembel Musik II, Komposisi Musik I, Tari Tradisional I, Tari Tradisional III, Tari Nusantara I, Komposisi Tari I, dan Koreografi. Beragam karya yang ditampilkan menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menumbuhkan kreativitas, teknik artistik, dan menampilkan pertunjukan yang komunikatif.
Rangkaian Peurasafest 2026 akan berlanjut hingga dua hari ke depan, termasuk agenda pementasan kursus Tata Rias, Fesyen, Dramaturgi, dan Tari Pendidikan Inklusif pada hari berikutnya.

















