Krisis bahan bakar di Aceh Tamiang dipicu oleh berkurangnya pasokan Pertamina hingga 50 persen

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Kabupaten Aceh Tamiang mengalami krisis bahan bakar akibat berkurangnya pasokan Pertamina hingga 50 persen.
  • ADVERTISEMENT

    paralax

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Penurunan volume distribusi dari 18 ton menjadi 8 ton memicu fenomena panik membeli di masyarakat.
  • DPRK Aceh Tamiang berkoordinasi dengan DPR RI untuk mengatasi kendala distribusi BBM.
  • Kelangkaan tersebut menyebabkan antrean panjang di SPBU dan melonjaknya harga eceran hingga Rp35.000 per botol.

Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

RakyatPos.id, KUALASIMPANG – Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang diduga dipicu oleh berkurangnya pasokan dari Pertamina hingga 50 persen.

Fakta itu terungkap setelah Komisi III DPRK Aceh Tamiang menggelar rapat dengan sejumlah pengelola stasiun bahan bakar umum (SPBU) di wilayah tersebut.

Anggota DPRK Aceh Tamiang, Muazzin mengatakan, hingga saat ini rata-rata pasokan BBM yang diterima SPBU mencapai sekitar 18 ton. Namun dalam sepekan terakhir, volume distribusi turun menjadi sekitar 8 ton.

Biasanya Pertalite mendapat alokasi 16 ton, Solar 16 ton, dan Pertamax 8 ton. Karena BBM yang masuk lebih sedikit, masyarakat berbondong-bondong membelinya sehingga menimbulkan kepanikan membeli, kata Muazzin di Karang Baru, Minggu (12/7/2026).

Baca juga: Krisis BBM Intai Aceh Tamiang, Pedagang Khawatir Pasokan Barang Stagnan

Menurut dia, DPRK Aceh Tamiang juga sudah berkoordinasi dengan DPR RI untuk menyampaikan persoalan tersebut.

Ia mengatakan, pemerintah pusat telah memperhatikan kondisi distribusi BBM di Aceh Tamiang.

Muazzin menegaskan DPRK akan terus memantau perkembangan distribusi BBM hingga pasokan kembali normal dan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM.

Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di Aceh Tamiang, antrian kendaraan masih mengular sehingga menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi pengisian bahan bakar.

Kelangkaan ini juga berdampak pada melonjaknya harga BBM di tingkat eceran. Di sejumlah titik, BBM dijual hingga Rp35.000 per botol.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Berita Terbaru