RakyatPos.id – Membocorkan rencana Iran membunuh Presiden AS Donald Trump sebagai balas dendam.
Kabar ini datang dari berbagai informasi intelijen Israel.
Setelah rencana pembunuhan itu bocor, Trump melakukan segala upaya agar tidak menjadi target pembunuhan Iran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabar ini dibenarkan oleh Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee.
Dia membenarkan laporan Israel mengenai rencana intelijen Iran untuk membunuh Trump.
Tak hanya Trump, Iran juga disebut-sebut mengincar nyawa pejabat AS.
Namun, belum ada penjelasan spesifik terkait rencana Iran menyingkirkan Trump.
Baca juga: Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah melepaskan tembakan peringatan, ini alasannya
Bahkan kabar rencana pembunuhan ini membuat Trump was-was.
Hal itu terlihat saat Trump hendak pulang dari KTT NATO pada Rabu (8/7/2026).
Trump tiba-tiba menggunakan Air Force One yang lama, bukan Boeing 747-8 baru yang disumbangkan oleh Qatar.
Sejumlah sumber Gedung Putih menyebut pergantian pesawat ini atas permintaan Dinas Rahasia AS.
Hal ini dilakukan sebagai langkah pengamanan Trump terhadap nyawa orang-orang yang menjadi sasaran Iran.
Artikel ini diterbitkan di Trump's Life at Risk! Rencana Iran untuk membunuh Presiden AS sebagai balas dendam setelah kematian Khamenei bocor
















