Ringkasan Berita:
- Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mendukung peningkatan alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh melalui revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Bahlil meminta Ahmad Doli Kurnia selaku Ketua Panitia Kerja revisi UUPA mengawal dan memperjuangkan peningkatan Dana Otsus Aceh.
- Dukungan tersebut menanggapi permintaan Ketua DPD Golkar Aceh, Muhammad Salim Fakhry yang menginginkan Dana Otsus Aceh ditetapkan sebesar 2,5 persen.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
RakyatPos.id, BANDA ACEH – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh melalui revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).
Dukungan tersebut disampaikan Bahlil saat memberikan pidato pada pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Aceh periode 2025-2030 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Bahlil langsung memerintahkan Wakil Ketua Umum DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia yang juga Ketua Panitia Kerja (Panja) revisi UUPA di DPR RI untuk mengawal dan memperjuangkan penambahan Dana Otsus Aceh.
“Karena Ketua Panja dan Komisi II Pak Doli prihatin dengan undang-undang Aceh, saya jawab langsung saja Bang (Doli), tolong diperjuangkan.
Sekarang dua persen, kan? Ada dua undang-undang sekarang, bukan? “Sekarang kita naikkan,” kata Bahlil.
Lewat ucapannya yang bercanda, Bahlil pun membandingkan besaran Dana Otsus Aceh dengan Papua yang menurutnya mendapat porsi lebih besar.
Baca juga: Salim Fakhry Minta Bahlil Lobi Presiden Agar Dana Otsus Aceh Ditetapkan 2,5 Persen
“Papua dapat berapa? 2,25. Ya sudahlah, Papua akan menyerah sedikit karena sudah menjadi Ketum Golkar, beri Aceh dorongan, itu saja,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.
Lebih lanjut, Bahlil menilai Aceh dan Papua mempunyai latar belakang sejarah yang sama sebagai daerah yang berstatus otonom khusus sehingga keduanya patut menjadi perhatian pemerintah.
“Tidak apa-apa, Aceh dan Papua kan nasibnya sama. Nggak usah ngomong tatap muka, nggak usah ngomong pun, aku sudah tahu. Iya, begitulah kelihatannya,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Aceh Muhammad Salim Fakhry meminta Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantu melobi Presiden Prabowo Subianto agar mendukung pembentukan dana Otsus Aceh sebesar 2,5 persen melalui revisi UUPA.
Saya yakin kedekatan Pak Ketum (Bahlil) dengan Presiden bisa mengangkat persoalan ini, kata Salim Fakhry.
Ia mengatakan, perjuangan mempertahankan dana Otsus Aceh bukan hanya untuk kepentingan Partai Golkar saja.
Tapi juga seluruh parpol di Aceh. Menurut dia, kader Golkar di Badan Legislatif (Baleg) DPR RI turut serta memperjuangkan revisi UUPA yang mengatur keberlanjutan dana Otsus.

















