Ringkasan Berita:
- Ketua DPD Partai Golkar Aceh, Muhammad Salim Fakhry, meminta Bahlil Lahadalia melobi Presiden Prabowo Subianto agar mendukung dana Otsus Aceh sebesar 2,5 persen melalui revisi UUPA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Salim menegaskan, perebutan dana Otsus merupakan aspirasi seluruh partai politik nasional dan lokal di Aceh, bukan hanya Golkar.
- Ia berharap komunikasi antara DPRA dan Pemerintah Aceh dengan partai politik di tingkat pusat dapat memberikan dampak positif terhadap revisi UUPA.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
RakyatPos.id, BANDA ACEH – Ketua DPD Partai Golkar Aceh, Muhammad Salim Fakhry, meminta Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantu melobi Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung pembentukan dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh sebesar 2,5 persen melalui revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).
Permintaan itu disampaikan Salim Fakhry saat menyampaikan pidato pada pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Aceh periode 2025-2030 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026).
Saya yakin kedekatan Pak Ketum (Bahlil) dengan Presiden bisa mengangkat persoalan ini, kata Salim Fakhry.
Ia mengatakan perjuangan mempertahankan dana Otsus Aceh bukan hanya untuk kepentingan Partai Golkar, tapi juga seluruh partai politik di Aceh.
Menurut dia, kader Golkar di Badan Legislatif (Baleg) DPR RI turut serta memperjuangkan revisi UUPA yang mengatur keberlanjutan dana Otsus.
“Kita bangga, salah satu simpanan kita Pak Ketum, kita tahu kader Golkar yang Pak Ketum tempatkan di Baleg telah memperjuangkan undang-undang revisi masalah dana otsus.
Panja dipimpin oleh Pak Ahmad Doli Kurnia, kami mohon dukungannya dalam forum ini khususnya Pak Ketum dan agar seluruh partai bersatu Pak Ketum.
“Tidak ada pilihan, kita minta revisi undang-undang ini (UUPA) untuk mengembalikan dana otsus kita, kalaupun tidak bisa bisa 2,25 persen, minimal 2,5% Pak Ketum,” ujarnya.
Baca juga: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan Anggaran Rp 600 Juta untuk Pengadaan Seragam Siswa SD
Ia juga menegaskan, harapan tersebut merupakan aspirasi seluruh elemen politik di Aceh, baik partai politik nasional maupun partai politik lokal.
“Ini harapan, bukan hanya harapan Partai Golkar saja, harapan seluruh parpol, baik parpol nasional, sama-sama parpol,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Aceh Tenggara meyakini berbagai upaya komunikasi yang dilakukan dengan partai politik di tingkat pusat oleh perwakilan DPRA dan Pemerintah Aceh akan berdampak positif terhadap revisi UUPA.
“Anggota DPR Aceh sudah melakukan pertemuan dengan partai di pusat yang dipimpin oleh Sekda. Ini harapan kita pada pelantikan ini,” ujarnya.

















