KSPI Papua Tengah mendesak Presiden turun tangan menyelesaikan PHK karyawan PTFI

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, RakyatPos.id – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Papua Tengah mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan menyelesaikan persoalan pemutusan hubungan kerja atau PHK ribuan karyawan PT Freeport Indonesia atau PTFI.

Ketua KSPI Provinsi Papua Tengah Laurenzus Kadepa mengatakan hingga saat ini ribuan karyawan PT Freeport Indonesia sedang memperjuangkan nasib dan haknya setelah berada di PKH, usai melakukan mogok kerja atau moker pada Mei 2017.

Ribuan karyawan saat itu melakukan mogok kerja, sebagai bentuk protes terhadap rencana manajemen perusahaan yang merumahkan pekerjanya, dengan alasan efisiensi.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Prabowo Subianto perlu turun tangan langsung untuk mengintervensi perselisihan PHK berlarut-larut yang menimpa karyawan Moker Freeport, kata Laurenzus Kadepa kepada RakyatPos.id, Sabtu (11/7/2026).

Kadepa mengatakan, Presiden Prabowo Subianto perlu turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, sebab selama sembilan tahun terakhir telah dilakukan berbagai upaya untuk menyelesaikannya. Mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga kementerian.

Oleh karena itu, KSPI Provinsi Papua Tengah dengan tegas mendesak adanya penyelesaian yang adil, bermartabat dan legal atas kasus PHK massal karyawan pertambangan emas dan tembaga.

“Setelah kepengurusan KSPI Perwakilan Daerah Provinsi Papua Tengah resmi terbentuk, persoalan ketenagakerjaan ini langsung menjadi fokus utama perjuangan organisasi kami,” ujarnya.

Kadepa melanjutkan, posisi KSPI Provinsi Papua Tengah diperkuat oleh Presiden KSPI Said Iqbal yang merupakan Staf Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Pekerja.

Said Iqbal yang membawa dan membahas persoalan ketidakjelasan nasib dan pemenuhan hak 2.374 pegawai yang di PHK ke Menteri Ketenagakerjaan (Menaker).

KSPI Provinsi Papua Tengah juga mengapresiasi dan mendukung penuh langkah politik lokal, seperti inisiatif pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Moker oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mimika (DPRK), Provinsi Papua Tengah.

“Bagi KSPI, langkah ini merupakan wujud keseriusan daerah yang harus dikawal ketat, agar tidak hanya berhenti pada rekomendasi di atas kertas,” kata Laurenzus Kadepa.

Postingan KSPI Papua Tengah Desak Presiden Turun Tangan Selesaikan PHK Karyawan PTFI pertama kali muncul di RakyatPos.id Papua.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Berita Terbaru