Pemberantasan korupsi akan sulit dilakukan jika mentalitas pejabat masih korup

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Pengamat sosial, ekonomi, dan agama Anwar Abbas menilai Presiden Prabowo Subianto akan menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan komitmen pemberantasan korupsi jika mentalitas sebagian pejabat negara masih dipenuhi praktik korupsi.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini, berbagai kasus korupsi besar yang terus bermunculan menunjukkan bahwa semangat reformasi belum sepenuhnya berhasil memperbaiki tata kelola pemerintahan.

“Kami sangat kasihan kepada Prabowo karena anak buahnya tidak ikhlas dan serius mendukungnya,” kata Anwar Abbas dalam keterangan tertulisnya kepada ini.com, Sabtu (11/7/2026).

Menyoroti Serangkaian Kasus Korupsi Besar

Anwar menilai praktik korupsi semakin mengkhawatirkan setelah hampir tiga dekade reformasi.

Ia menyinggung sejumlah kasus korupsi yang menjadi sorotan publik, mulai dari Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), proyek KTP elektronik (e-KTP), Jiwasraya, proyek BTS 4G Kominfo, hingga dugaan korupsi sistem tata niaga timah.

Menurut dia, nilai kerugian negara dalam berbagai kasus mencapai ratusan triliun rupiah dan menunjukkan bahwa korupsi masih menjadi masalah serius di Indonesia.

Selain itu, Anwar juga menyoroti sejumlah kasus dugaan korupsi lain yang belakangan menarik perhatian publik, termasuk kasus yang saat ini sedang ditangani aparat penegak hukum di bidang energi dan badan usaha milik negara (BUMN).

Nilai Pemberantasan Korupsi Tidak Akan Mudah

Anwar menilai upaya pemberantasan korupsi akan mendapat tantangan jika pejabat dan pejabat yang diberi kewenangan terlibat permasalahan hukum.

Ia mengaku prihatin dengan munculnya laporan yang mengaitkan sejumlah aparat penegak hukum dengan dugaan tindak pidana korupsi.

“Jika mereka yang bertugas menangani korupsi juga diduga terlibat masalah hukum, tentu upaya pemberantasan korupsi tidak akan mudah,” ujarnya.

Namun Anwar tidak menyebutkan atau menyimpulkan status hukum pihak-pihak yang dimaksud.

Usulan Melibatkan Negara yang Berpengalaman dalam Pemberantasan Korupsi

Untuk memperkuat agenda pemberantasan korupsi, Anwar mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan kerja sama dengan negara-negara yang memiliki rekam jejak baik dalam membangun pemerintahan yang bersih.

Dia mencontohkan kebijakan pemerintah pada era Presiden Soeharto yang menunjuk perusahaan survei asal Swiss untuk membantu pengawasan barang impor sebagai upaya perbaikan tata kelola di bidang kepabeanan.

Menurut dia, pengalaman tersebut bisa menjadi acuan jika pemerintah ingin membangun sistem pengawasan yang lebih independen.

“Jika Anda serius dalam memberantas korupsi, mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk meminta bantuan negara-negara yang dikenal bebas dari praktik korupsi untuk membantu membangun pemerintahan yang bersih,” ujarnya.

Mendorong Peningkatan Integritas Aparatur

Anwar menilai keberhasilan pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan komitmen politik presiden, tetapi juga membutuhkan pejabat negara yang punya integritas.

Ia mengibaratkan upaya pembersihan praktik korupsi seperti membersihkan lantai dengan sapu.

“Hampir tidak mungkin kita membersihkan lantai rumah bangsa ini jika sapu yang digunakan juga merupakan sapu yang kotor,” ujarnya.

Menurut dia, reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur menjadi syarat penting agar agenda pemberantasan korupsi bisa efektif.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Berita Terbaru