Ringkasan Berita:
- Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM memberikan teguran kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten agar tidak membangkang kepada pimpinan atau menghalangi program pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Tarmizi menyoroti fenomena silent resistance di lingkungan pejabat, seperti memperlambat pelaksanaan program, manipulasi data, pengkhianatan, dan pejabat yang merasa kebal.
- Ketua SKPK diminta mengevaluasi bawahannya. Sebaliknya, jika bawahan merasa ada masalah dengan kepala dinas, mereka dipersilakan untuk melaporkannya.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat
RakyatPos.id, MEULABOH – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM memberikan peringatan keras kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk tidak membangkang kepada pimpinan atau menghambat kemajuan program pemerintah.
Peringatan tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Pagi Bersama yang dihadiri Wakil Bupati Said Fadheil SH, para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPK), pejabat eselon III dan IV, serta aparatur sipil negara (ASN) di halaman belakang Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Aceh Barat, Senin (6/7/2026).
Dalam arahannya, Tarmizi menegaskan agar para pejabat, mulai dari Sekretaris Dinas (Sekdis), Kepala Bagian (Kabid), hingga pejabat struktural lainnya, jangan merasa punya kekuasaan karena dekat dengan pimpinan atau merasa punya partai pendukung sehingga mengabaikan perintah atasannya.
Menurut dia, sikap seperti itu hanya akan memicu ketidaktaatan di internal organisasi pemerintah yang berakibat terganggunya pelayanan kepada masyarakat dan menghambat pelaksanaan program pembangunan.
“Insubordinasi yang terjadi dalam pelayanan, melakukan perlawanan diam-diam, memperlambat pelaksanaan program dan kebijakan, memanipulasi data, tidak sejalan dengan visi misi bahkan melakukan provokasi bahkan pengkhianatan,” kata Tarmizi.
Bupati meminta seluruh kepala SKPK segera melakukan evaluasi terhadap pejabat yang menjadi kewenangannya.
Apabila Sekretaris atau Kepala Bagian kedapatan tidak patuh kepada pimpinan, maka hal tersebut diminta untuk segera dilaporkan kepadanya.
“Jika Sekretaris dan Kepala Bagian tidak patuh dan tidak patuh, segera laporkan kepada pimpinan, dan akan diganti,” ujarnya.
Baca juga: Perkebunan sawit warga di Lapangan Aceh Barat musnah dilalap api
Meski demikian, Tarmizi juga menegaskan evaluasi tidak hanya berlaku pada pejabat di bawahnya. Jika ada kepala dinas yang dianggap bermasalah oleh bawahannya, pemerintah daerah pun membuka ruang untuk menerima laporan.
“Kalau Sekda dan Kabag merasa atasannya yang bermasalah, sampaikan kepada kami. Kami pastikan atasannya juga akan diganti,” ujarnya.
Selain mengedepankan kedisiplinan dan loyalitas, Tarmizi mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk membangun hubungan kerja yang harmonis di setiap SKPK.
Menurutnya, suasana kekeluargaan harus diciptakan agar koordinasi dan pelaksanaan program pemerintah dapat berjalan lebih efektif.
Ia berharap tidak ada lagi konflik internal antara kepala dinas, sekretaris dinas, dan kepala lapangan yang dapat mengganggu kinerja organisasi.
Tarmizi juga mengingatkan agar tidak ada pihak luar yang ikut campur dalam urusan pemerintahan.

















