Mantan menteri perminyakan di Niger dibebaskan setelah setahun ditahan

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga mantan Menteri Perminyakan Niger, Maman Mustapha Barki, mengumumkan pembebasannya kemarin lusa setelah hampir setahun ditahan, tanpa pihak berwenang mengungkapkan alasan penangkapannya atau alasan pembebasannya.

Berki ditangkap pada tanggal 13 Januari 2025 dari rumahnya di ibu kota, Niamey, dan sejak saat itu tetap ditahan tanpa pernyataan resmi mengenai kasus tersebut. Seorang anggota keluarganya mengkonfirmasi berita pembebasan tersebut dengan syarat anonimitas karena alasan keamanan, dan seorang ajudan mantan menteri juga mengkonfirmasi berita yang sama.

Pada Agustus 2023, Berki diangkat menjadi Menteri Energi, Mineral, dan Perminyakan, beberapa minggu setelah tentara merebut kekuasaan melalui kudeta militer. Dalam waktu singkat, ia mengambil alih pengelolaan berkas-berkas sensitif, yang paling menonjol adalah perselisihan diplomatik dengan Negara Bagian Benin mengenai ekspor minyak melalui pelabuhan Simi-Kabudji, jalur vital yang membentang sejauh kurang lebih dua ribu kilometer.

Namun perselisihan antara Niamey dan Cotonou berujung pada terganggunya pengiriman minyak sehingga berdampak pada perekonomian kedua negara yang bergantung pada kerja sama dengan China National Petroleum Corporation. Ketegangan antara kedua pihak telah meningkat selama dua tahun terakhir, yang baru-baru ini berpuncak pada saling pengusiran diplomat.

Dalam konteks terkait, otoritas militer di Niger mengumumkan penunjukan Hamadou Teni sebagai Menteri Perminyakan baru, menggantikan Sahabi Amr, yang menggantikan Berki pada tahun 2024. Perubahan ini terjadi di tengah berlanjutnya ketegangan regional dan tekanan ekonomi terkait sektor energi.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?
Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan
Detik berikutnya, lampu Gedung Kejaksaan Agung tiba-tiba padam saat eks Jampidsus diperiksa, apa yang terjadi?
Ilmuwan Aceh Berbagi Pengalaman Soal Topan Senyar di Thailand, Türkiye Tuan Rumah AIWEST-DR 2027
Meski sudah meminta maaf, Hotman Paris tetap diproses hukum, Polda Metro memeriksa 10 saksi
Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh
Menjaga Hutan Mangrove Tanah Papua: Paru-Paru Terakhir Indonesia
AJI Desak Prabowo Minta Maaf atas Tudingan Jurnalis Londo Ireng

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:42 WIB

Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:26 WIB

Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:55 WIB

Detik berikutnya, lampu Gedung Kejaksaan Agung tiba-tiba padam saat eks Jampidsus diperiksa, apa yang terjadi?

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:48 WIB

Meski sudah meminta maaf, Hotman Paris tetap diproses hukum, Polda Metro memeriksa 10 saksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:34 WIB

Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh

Berita Terbaru