Amerika Menyita Kapal Tanker Minyak yang Terkait dengan Venezuela dan Rusia

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id -Amerika Serikat (AS) menyita dua kapal tanker minyak yang dikenakan sanksi dan diduga terkait dengan Venezuela, setelah melakukan pengejaran yang lama di kawasan Atlantik Utara dan Karibia.

Dikutip dari 9News, Kamis 8 Januari 2026, salah satu kapal bernama Bella 1 sebelumnya mendapat sanksi AS pada tahun 2024 karena beroperasi dalam apa yang disebut “armada bayangan” yang mengangkut minyak secara ilegal.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komando Eropa AS mengatakan pada hari Rabu bahwa kapal tersebut disita karena melanggar sanksi AS, setelah kapal tersebut berusaha menghindari blokade Amerika dan dikejar ke perairan antara Skotlandia dan Islandia.

Kapal itu berganti nama menjadi Marinera dan mengibarkan bendera Rusia. Namun, AS tidak mengakui klaim tersebut dan menganggap kapal tersebut tidak memiliki kewarganegaraan.

Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa Rusia telah mengerahkan aset angkatan laut dan kapal selam untuk melindungi Bella 1, meski tidak jelas seberapa dekat mereka saat penyitaan dilakukan. Berdasarkan data pelacakan MarineTraffic, kapal tersebut disita sekitar 305 kilometer selatan Islandia.

Selain itu, AS juga menyita satu lagi kapal tanker di kawasan Karibia yang dianggap tidak memiliki kewarganegaraan dan diduga melakukan aktivitas ilegal.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem membenarkan langkah tegas tersebut melalui media sosial. “Penjahat dunia telah diperingatkan. Anda bisa lari, tapi Anda tidak bisa bersembunyi,” katanya.

Gedung Putih menegaskan, Presiden Donald Trump tidak takut, meski tindakan tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Rusia dan China.

“Dia akan menegakkan kebijakan yang terbaik bagi Amerika Serikat, termasuk memberlakukan embargo terhadap semua armada kapal ilegal yang mengangkut minyak secara ilegal,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.

AS diketahui sudah mengikuti Bella 1 sejak kapal tersebut berada di dekat Venezuela. Dalam operasi tersebut, AS mengerahkan pesawat pengintai P-8, kapal penjaga pantai, serta dukungan militer dari Inggris, sebelum akhirnya kapal tersebut disita di Atlantik Utara.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

San Diego FC mengakuisisi Elias Achouri dari FC Copenhagen
Pemimpin Oposisi Fiji Mempertanyakan Rekam Jejak Ekonomi Pemerintah Koalisi
KPK menggeledah Rumah Kepala PUPR Bengkulu, Sita Uang Tunai Rp4 Miliar
Perjuangan global untuk hak-hak kewarganegaraan Italia baru saja mendapat peluang untuk menyelamatkan nyawa
Aceh Bersiap Masuk Tahap Rehab-Recon, Mahasiswa Akan Dilibatkan Dalam Pertemuan
Red Sox Akan Berdagang Connelly Lebih Awal Ke Warga Negara Untuk Curtis Mead
12 Jenazah Ditemukan Akibat Bencana Maritim di PNG, Pencarian Terus Dilanjutkan
Homer Cam Smith menyoroti inning 8 putaran Astros

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:49 WIB

San Diego FC mengakuisisi Elias Achouri dari FC Copenhagen

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:29 WIB

Pemimpin Oposisi Fiji Mempertanyakan Rekam Jejak Ekonomi Pemerintah Koalisi

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:17 WIB

KPK menggeledah Rumah Kepala PUPR Bengkulu, Sita Uang Tunai Rp4 Miliar

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:06 WIB

Perjuangan global untuk hak-hak kewarganegaraan Italia baru saja mendapat peluang untuk menyelamatkan nyawa

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:59 WIB

Aceh Bersiap Masuk Tahap Rehab-Recon, Mahasiswa Akan Dilibatkan Dalam Pertemuan

Berita Terbaru

HEADLINE

San Diego FC mengakuisisi Elias Achouri dari FC Copenhagen

Minggu, 26 Jul 2026 - 11:49 WIB