AS Merevisi Jadwal Vaksinasi Anak: CDC Memotong Suntikan Rutin dari 17 Menjadi 11

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengumumkan revisi besar-besaran terhadap jadwal imunisasi anak-anak AS pada tanggal 5 Januari, dengan menurunkan jumlah vaksin yang direkomendasikan untuk semua anak dari usia 17 menjadi 11 tahun. Perubahan tersebut dijelaskan oleh Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Robert F. Kennedy Jr. sebagai upaya untuk menyelaraskan praktik Amerika dengan standar internasional.

Vaksinasi tidak lagi direkomendasikan untuk semua anak

Berdasarkan panduan baru ini, enam vaksin yang sebelumnya direkomendasikan untuk setiap anak kini direkomendasikan hanya untuk anak-anak yang dianggap “berisiko tinggi” atau melalui pengambilan keputusan bersama antara orang tua dan penyedia layanan kesehatan. Vaksin-vaksin tersebut adalah:

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Hepatitis A
  • Hepatitis B
  • Flu (flu)
  • Penyakit meningokokus
  • Virus sinkronisasi pernapasan (RSV)
  • Rotavirus

Vaksinasi yang tetap pada jadwal rutin

CDC terus merekomendasikan agar semua anak menerima vaksin yang melindungi terhadap campak, gondok dan rubella (MMR), polio, cacar air, Hib, penyakit pneumokokus, difteri-tetanus-pertusis (DTaP/Tdap), dan HPV. Vaksin HPV sekarang disarankan sebagai dosis tunggal, bukan dua atau tiga dosis.

Kelompok pediatrik memperingatkan risikonya

American Academy of Pediatrics (AAP) mengkritik keputusan tersebut, menyebutnya “berbahaya” dan memperingatkan bahwa hal itu dapat menyebabkan rendahnya tingkat vaksinasi. Pakar anak-anak memperingatkan bahwa mengurangi rekomendasi rutin dapat mengakibatkan tingginya angka penyakit yang dapat dicegah, rawat inap, dan kematian anak.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Febrie Adriansyah Tak Terpantau Jurnalis Saat Penuhi Panggilan Jaksa Agung, Lewat Pintu Mana?
FISIP Unimal dan Universitas Dharmawangsa Siapkan MoA, Kerjasama Dosen dan Pertukaran Mahasiswa
Dea, Anak Pejabat Gayo Lues yang Viral Melenturkan, Minta Maaf, Akui Salah dan Hapus Postingan
Jika Iran tidak menjual minyak, negara-negara Teluk juga tidak akan menjual minyak
Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional
Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh
Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?
Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:59 WIB

Febrie Adriansyah Tak Terpantau Jurnalis Saat Penuhi Panggilan Jaksa Agung, Lewat Pintu Mana?

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:33 WIB

FISIP Unimal dan Universitas Dharmawangsa Siapkan MoA, Kerjasama Dosen dan Pertukaran Mahasiswa

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:09 WIB

Dea, Anak Pejabat Gayo Lues yang Viral Melenturkan, Minta Maaf, Akui Salah dan Hapus Postingan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:32 WIB

Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:12 WIB

Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh

Berita Terbaru