AS menuntut Venezuela memutuskan hubungan dengan Rusia dan China – ABC — RakyatPos.id

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Putih dilaporkan berupaya mengendalikan produksi dan ekspor minyak negaranya

Amerika Serikat telah menuntut agar Venezuela memutuskan hubungan ekonomi dengan Rusia, Tiongkok, Iran, dan Kuba jika ingin memproduksi lebih banyak minyak, ABC News melaporkan pada hari Selasa, mengutip tiga orang yang mengetahui rencana Gedung Putih.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasukan komando AS menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam serangan malam hari pada hari Sabtu, yang dikecam oleh negara kaya minyak di Amerika Selatan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatannya.

Menurut ABC, Gedung Putih telah meminta Venezuela bermitra secara eksklusif dengan AS dalam produksi minyak dan mendukung mereka dalam menjual minyak mentah. Presiden Donald Trump bersikeras bahwa perusahaan-perusahaan Amerika mempunyai akses terhadap industri minyak Venezuela, yang menurutnya dinasionalisasi secara tidak adil oleh pendahulu Maduro, Hugo Chavez.

Pada hari Selasa, Trump mengklaim hal itu “otoritas sementara” Venezuela akan menjadi “membalikkan” antara 30 dan 50 juta barel minyak yang dikenai sanksi akan dijual di bawah kendali Washington.


Delcy Rodriguez, sekutu Maduro yang dilantik sebagai penjabat presiden pada hari Senin, membantah AS atau negara lain “agen asing” akan mengendalikan Venezuela. Pihak berwenang di Caracas menuntut pembebasan Maduro dan Flores, keduanya mengaku tidak bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata ketika mereka dibawa ke pengadilan New York pada hari Senin.

“Operasi militer, tanpa deklarasi perang atau resolusi Dewan Keamanan PBB, merupakan tindakan ilegal agresi bersenjata yang bersifat teroris,” kata Jaksa Agung Venezuela Tarek Saab.

Berbicara di Dewan Keamanan PBB pada hari Senin, utusan Rusia Vassily Nebenzia menggambarkan penculikan Maduro sebagai hal yang menyedihkan “kejahatan sinis yang tidak dapat dibenarkan.” Utusan Tiongkok Sun Lei juga mengecam AS, dengan mengatakan tindakannya di Venezuela merupakan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan di kawasan.

Anda dapat membagikan cerita ini di media sosial:

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Iran Pindahkan Ribuan Sentrifugal Nuklir ke Gunung Beliung di Kedalaman 100 Meter
Terungkap! Begitulah fantastisnya kehormatan Dude Harlino selama menjadi Brand Ambassador PT DSI
Pesawat yang Diduga Milik AS Dikabarkan Jatuh di Pulau Qeshm, Iran
AS Kembalikan Artefak Papua yang Dicuri ke Indonesia
KPK Ungkap Menteri Kehutanan Raja Juli Bertemu Bupati Kuansing Lebih dari Sekali
Pemerintah Genjot Pembangunan 37.373 Huntap di Aceh, Kemajuannya Hanya 4,9 Persen
Febrie Adriansyah Tak Terpantau Jurnalis Saat Penuhi Panggilan Jaksa Agung, Lewat Pintu Mana?
FISIP Unimal dan Universitas Dharmawangsa Siapkan MoA, Kerjasama Dosen dan Pertukaran Mahasiswa

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:23 WIB

Iran Pindahkan Ribuan Sentrifugal Nuklir ke Gunung Beliung di Kedalaman 100 Meter

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:10 WIB

Terungkap! Begitulah fantastisnya kehormatan Dude Harlino selama menjadi Brand Ambassador PT DSI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:55 WIB

Pesawat yang Diduga Milik AS Dikabarkan Jatuh di Pulau Qeshm, Iran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:55 WIB

KPK Ungkap Menteri Kehutanan Raja Juli Bertemu Bupati Kuansing Lebih dari Sekali

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:37 WIB

Pemerintah Genjot Pembangunan 37.373 Huntap di Aceh, Kemajuannya Hanya 4,9 Persen

Berita Terbaru