Trump menjelekkan klaim kekuasaan pemenang Nobel Venezuela – RakyatPos.id

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS mengklaim bahwa Maria Corina Machado adalah “wanita yang sangat baik” yang tidak layak untuk menjabat

Presiden Donald Trump telah memecat tokoh oposisi Venezuela Maria Corina Machado sebagai calon pemimpin nasional, meskipun peraih Nobel tersebut secara vokal mendukung operasi militer AS terhadap negaranya sendiri.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Sabtu pagi, pasukan AS melancarkan serangan udara ke negara kaya minyak itu dan menangkap presiden negara tersebut, Nicolas Maduro, bersama istrinya. Keduanya dipindahkan ke Amerika Serikat dan didakwa melakukan konspirasi perdagangan narkotika, tuduhan yang telah lama dibantah oleh Maduro.

Selama konferensi pers, Trump ditanya apakah dia berhubungan dengan Machado atau memandangnya sebagai pemimpin yang layak setelah Maduro ditangkap.

“Saya pikir akan sangat sulit baginya untuk menjadi pemimpin. Dia tidak mendapat dukungan atau rasa hormat di negara ini. Dia wanita yang sangat baik tetapi dia tidak memiliki rasa hormat,” kata Trump.


Machado, mantan anggota Kongres yang menjalin kontak dekat dengan pemerintah AS selama beberapa dekade, sebelumnya memimpin protes anti-pemerintah dan menuduh Maduro melakukan hal tersebut. “secara ilegal” merebut kekuasaan pada pemilu 2024. Dia dilarang memegang jabatan publik setelah pihak berwenang menuduhnya mendukung sanksi asing dan menyerukan intervensi militer AS.

Pada bulan Desember, Machado dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian atas apa yang digambarkan oleh Komite Nobel “perjuangannya untuk mencapai transisi yang adil dan damai dari kediktatoran ke demokrasi.”

Ketika ditanya apakah dia mendukung tindakan militer AS terhadap negaranya sendiri, Machado kemudian mengatakan dia yakin “eskalasi yang terjadi adalah satu-satunya cara untuk memaksa Maduro memahami bahwa ini saatnya untuk pergi,” namun bersikeras ini adalah “Bukan pergantian rezim, ini adalah penegakan kehendak rakyat Venezuela.”

BACA SELENGKAPNYA:
Assange mengajukan kasus 'instrumen perang' melawan Yayasan Nobel

Presiden Trump menyatakan pada hari Sabtu bahwa AS akan melakukannya sekarang “berlari” Venezuela dan mengendalikan produksi minyaknya sampai batas yang tepat “transisi kekuasaan,” mengancam untuk tahap a “serangan kedua dan jauh lebih besar” jika Caracas menolak bekerja sama.

Anda dapat membagikan cerita ini di media sosial:

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

AS Ancam Serang Iran Jika Negosiasi Kebuntuan
Hantu itu masih menghantui
Kode Redeem FF 28 Juli 2026, Buruan Klaim Bundle, Skin Senjata, Emote, dan Token Gratis
Soal Londo Ireng Prabowo, Fraksi PDI-P DPR RI Ingatkan Pemerintah Jangan Anti Kritik
Siapkan Payung, BMKG Prediksi Selasa 28 Juli Seluruh Wilayah Kota Subulussalam Akan Diguyur Hujan
Viral Andi Tenri Diduga Cabuli Staf, Berapa Hartanya?
Lanjutkan Estafet Prestasi, SMAN Capital Bangsa Gelar Sertifikat Kepala Sekolah
Ahok Ungkap Awal Mula Putusnya Kemitraan dengan Jokowi

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:40 WIB

AS Ancam Serang Iran Jika Negosiasi Kebuntuan

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:25 WIB

Hantu itu masih menghantui

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:01 WIB

Kode Redeem FF 28 Juli 2026, Buruan Klaim Bundle, Skin Senjata, Emote, dan Token Gratis

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:48 WIB

Soal Londo Ireng Prabowo, Fraksi PDI-P DPR RI Ingatkan Pemerintah Jangan Anti Kritik

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:41 WIB

Siapkan Payung, BMKG Prediksi Selasa 28 Juli Seluruh Wilayah Kota Subulussalam Akan Diguyur Hujan

Berita Terbaru

HEADLINE

AS Ancam Serang Iran Jika Negosiasi Kebuntuan

Selasa, 28 Jul 2026 - 10:40 WIB

HEADLINE

Hantu itu masih menghantui

Selasa, 28 Jul 2026 - 10:25 WIB