JAKARTA, TNIAD.MIL.ID-Army Chief of Staff (Kasad) General of TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., attended the Halal Bihalal event of Indonesian President Prabowo Subianto with the Army Retired Association (PPAD) and the TNI-Polri extended family held at Balai Kartini, Jakarta, Tuesday (6/5/2025).
Peristiwa Halal Bihalal yang diprakarsai oleh PPAD dihadiri oleh lebih dari 1.200 pensiunan TNI-Polri, para penatua TNI-Polri, beberapa menteri kabinet merah dan putih, dan sejumlah kepala regional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengingatkan pentingnya membangun bangsa secara bertahap dan kolektif. Dia menekankan bahwa pembangunan nasional tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat, dan harus didasarkan pada kontribusi para pendahulu yang telah meletakkan dasar bangsa.
“Tidak mungkin bagi kita untuk membangun dalam 5 tahun, dalam 10 tahun. Tidak ada negara yang dibangun dalam 10 tahun, tetapi apa yang dilahirkan oleh presiden kita, dan bukan hanya presiden. Membangun bangsa bukan hanya satu, dua orang,” katanya.
Presiden juga mengundang semua pensiun untuk terus mempertahankan semangat perjuangan dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara sesuai dengan kapasitas masing -masing. Dia menekankan bahwa jiwa seorang prajurit sejati sepenuhnya ditawarkan kepada negara, bangsa dan orang -orang.
“Hari -hari pertama kita di Angkatan Darat, kita diajari bahwa begitu kita menjadi tentara, kehidupan kita, jiwa kita, sebenarnya bukan milik kita lagi, bukan keluarga kita lagi. Jiwa dan tubuh kita, kita telah menawarkan kepada negara kita, bangsa, dan orang -orang kita. Itu adalah pelajaran yang melekat di hatiku sebagai seorang prajurit muda,” kata Presiden Prabowo dalam pujian -Nya.
Pada kesempatan ini, presiden juga mengungkapkan rencana besar pemerintah di bidang pendidikan, yaitu pengembangan minimal 100 sekolah asrama setiap tahun, khususnya untuk anak -anak dari keluarga miskin.
“Saya akan membangun minimal 100 setiap tahun, sekolah asrama, untuk keluarga yang paling tidak mampu, karena saya bertekad untuk mematahkan rantai kemiskinan. Jika ayahnya adalah pemulung, anaknya mungkin bukan pemulung,” kata Presiden Prabowo dalam pidatonya.
Presiden optimis, dengan tekad yang kuat, keberanian, dan pemerintah yang bersih dan memihak kepada orang -orang kecil, masa depan anak -anak Indonesia akan lebih baik. (Dispenad)
RakyatPos.ID Network
















