Jakarta, tniad.mil.id – Sebanyak 434 perwira pemuda (paja) secara resmi bergabung dengan tentara dan siap untuk mengabdikan diri mereka di berbagai unit tentara. Mereka secara resmi diterima melalui upacara tradisional yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal Tandyo Budi R., di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Rabu (942025).
Dalam mandat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Tni Maruli Simanjuntak, M.Sc. Yang dibaca oleh Wakasad, petugas remaja diminta untuk mempertahankan kehormatan dan nama baik tentara dan merusak semua kemampuan dalam melaksanakan tugas mereka sebagai tentara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 434 Paja terdiri dari 223 personel dari Pendidikan Pertama Petugas Prajurit Karir (Dikmapa PK) dari Angkatan Darat reguler, 115 personel dari Program Khusus PK Dikmapa (Unhan, STIN, dan PSSN), serta 96 personel dari SUKARBA SUKARAN DINAS DINAS (PSDP). Dari jumlah tersebut, 335 adalah tentara pria dan 99 tentara wanita (Kowad).
Prosesi tradisi penerimaan dimulai dengan bau spanduk dan pembacaan janji oleh Letda Inf. Kevin Kristianto dan Letda CBA (K) Cicilia Hervita Helrapok, SP, sebagai lulusan terbaik pria dan wanita (Kowad).
Dalam mandatnya, Kasad menekankan bahwa tradisi penerimaan ini adalah bagian dari pengembangan unit yang bertujuan untuk menumbuhkan solidaritas, menumbuhkan rasa bangga, mempertahankan kehormatan, meningkatkan semangat tempur, dan membentuk karakter tentara sesuai dengan identitasnya sebagai tentara prajurit, Angkatan Darat Rakyat, Angkatan Darat Nasional, dan Tentara Profesional.
“Tugas selanjutnya adalah bagaimana upaya semua petugas untuk berpartisipasi dalam mempertahankan kehormatan dan nama baik tentara, dengan merampas semua kemampuan yang dimiliki oleh semua perwira,” kutipan Wakasad.
TNI Jenderal Maruli Simanjuntak juga menekankan pentingnya mempertahankan kesalehan dalam Allah Yang Mahakuasa sebagai fondasi moral dalam pelayanan. Para petugas juga didorong untuk memperluas pengetahuan karena tantangan tugas di masa depan akan lebih kompleks.
Selain itu, Kasad menyarankan agar semua petugas remaja memiliki karakter ksatria, tangguh, dan adaptif dalam menghadapi tantangan zaman. Dia menekankan empat prinsip dasar sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas.
“Pertama, master secara mendalam dan dengan jelas memahami target yang akan dicapai. Kedua, kenali semua potensi dan keterbatasan, baik dalam diri mereka sendiri maupun unit yang dipimpin. Ketiga, mengendalikan emosi kepada anggota, karena kesalahan bawahan mencerminkan kekurangan dalam kepemimpinan. (Dispenad)
RakyatPos.ID Network
















