Gugus Tugas TNI Koops Habema Kogabwilhan III berhasil mengevakuasi mayat para korban pembunuhan OPM di distrik Anggruk. Yahukimo

- Jurnalis

Senin, 24 Maret 2025 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yahukimo, tnad.mil.id – TNI Koops Task Gugus Habema Kogabwilhan III berhasil mengevakuasi mayat para guru yang menjadi korban pembunuhan oleh kelompok bersenjata Papua, Papua Mountains (Sunday, Sunday, Sunday, Sunday, Sunday, Sunday, Sunday, Sunday, Sunday, Sunday.

Sebanyak 7 korban, yang diketahui salah satu dari mereka bernama Ny. Rosalina, berusia 30 tahun, ditemukan tewas karena cedera menyedihkan karena kekerasan. Sementara itu 3 orang lainnya menderita cedera serius yaitu Tn. Vidi, Tn. Cosmas dan Mrs. Tari dan 3 orang terluka ringan yaitu Ny. Vanti, Ny. Paskalia dan Ny. Irmawati. Setelah sekolah tempat ia mengajar dibakar oleh kelompok pada hari Jumat 21 Maret 2025 pukul 17.00 CET.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian ini menyebabkan ketakutan di antara masyarakat setempat, terutama pendidik dan siswa.

“Evakuasi dilakukan dengan keamanan yang ketat mengingat kondisi di distrik Anggruk masih sangat rentan. Tim kami harus menghadapi medan yang berat dan potensi gangguan dari kelompok -kelompok bersenjata. Namun, berkat koordinasi yang baik, badan korban berhasil dibawa ke bandara Konikia Konia Kolonel, Konyan Kolonel, Kolonel Konia,” Kogabwilhan III.

Selain mengevakuasi para korban, pihak berwenang juga mendokumentasikan kerusakan karena tindakan pembakaran sekolah yang dilakukan oleh OPM.

Sementara itu Pangkoops Habema Mayor Jenderal Lucky Avianto menekankan komitmennya dalam mendukung proses evakuasi dan memastikan keamanan di wilayah tersebut.
“Gugus Tugas Habema hadir sebagai bagian dari upaya negara dalam memastikan setiap warga negara, termasuk pendidik, dapat hidup dan bekerja dengan aman.

“Kami telah memobilisasi personel untuk mengevakuasi mayat para korban, dan mengamankan lokasi sehingga situasinya tetap terkendali,” kata Mayjen Lucky Avianto.

Sampai sekarang, pihak berwenang masih mencari pelaku dan meningkatkan patroli di daerah yang rentan untuk mencegah peristiwa serupa berulang. Mayor Jenderal Lucky Avianto juga mengimbau publik untuk tetap waspada dan segera melaporkan kegiatan yang mencurigakan untuk menjaga keamanan timbal balik. (Dispenad)

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Jika Iran tidak menjual minyak, negara-negara Teluk juga tidak akan menjual minyak
Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses
Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional
Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh
Canelo Alvarez merefleksikan kehilangan Terence Crawford: 'Jika pikiran Anda tidak ada di sana, maka itu tidak sama'
Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?
Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan
Bob Myers mencoba dan gagal untuk membenarkan strategi dua garis waktu Warriors yang gagal

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:46 WIB

Jika Iran tidak menjual minyak, negara-negara Teluk juga tidak akan menjual minyak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:36 WIB

Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:32 WIB

Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:12 WIB

Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:08 WIB

Canelo Alvarez merefleksikan kehilangan Terence Crawford: 'Jika pikiran Anda tidak ada di sana, maka itu tidak sama'

Berita Terbaru

HEADLINE

Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:36 WIB

HEADLINE

Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:32 WIB