Departemen Kehakiman AS mengatakan telah mengganggu operasi pengaruh Rusia di media sosial | Berita Teknologi

- Jurnalis

Rabu, 10 Juli 2024 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Departemen Kehakiman AS melaporkan bahwa mereka menghentikan kampanye propaganda berbasis AI yang didukung pemerintah Rusia untuk menggunakan bot farm guna menyebarkan disinformasi.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) telah menghentikan operasi Rusia yang menggunakan akun media sosial palsu yang ditingkatkan dengan kecerdasan buatan untuk secara diam-diam menyebarkan pesan pro-Kremlin di AS dan luar negeri, katanya.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita pada hari Selasa itu muncul empat bulan sebelum pemilihan presiden AS, yang oleh para pakar keamanan diyakini akan menjadi sasaran peretasan dan upaya pengaruh media sosial secara rahasia oleh musuh asing. Para pejabat senior AS telah mengatakan secara terbuka bahwa mereka sedang memantau adanya rencana yang dimaksudkan untuk mengganggu pemungutan suara.

DOJ memperoleh persetujuan pengadilan untuk menyita dua nama domain dan menggeledah hampir 1.000 akun media sosial yang diduga terkait dengan upaya tersebut.

“Dengan tindakan ini, Departemen Kehakiman telah menghentikan kampanye propaganda yang didukung pemerintah Rusia dan menggunakan AI untuk menggunakan bot farm guna menyebarkan disinformasi di Amerika Serikat dan luar negeri,” kata Jaksa Agung Merrick Garland dalam sebuah pernyataan.

Tindakan hari Selasa menandai pertama kalinya AS secara terbuka menuduh pemerintah asing menggunakan AI generatif dalam operasi pengaruh asing, menurut pejabat DOJ dan FBI. Pejabat AS telah memperingatkan bahwa musuh dapat menggunakan kekuatan sistem AI yang semakin meningkat untuk meningkatkan upaya penyebaran informasi yang salah.

Upaya yang didanai Kremlin

Menurut jaksa, operasi yang dituduhkan itu dilakukan melalui organisasi intelijen swasta yang berkantor pusat di Rusia yang dikelola oleh perwira intelijen Rusia dan seorang karyawan senior kantor berita Russia Today atau RT yang didanai pemerintah dan berpusat di Moskow. Menurut DOJ, upaya itu disetujui dan didanai oleh Kremlin pada awal 2023.

Juru bicara kedutaan Rusia di Washington dan RT tidak menanggapi permintaan komentar.

Organisasi swasta ini telah merancang platform khusus bertenaga AI untuk membuat, mengendalikan, dan mengelola ratusan akun sosial palsu, yang dibuat agar terlihat seperti milik orang Amerika asli, menurut dokumen pengadilan.

Akun-akun di platform media sosial X telah diblokir. Mereka sering mengunggah topik pembicaraan pro-Kremlin, termasuk video Presiden Rusia Vladimir Putin, dan mengkritik pemerintah Ukraina.

AS bekerja sama dengan pihak berwenang Belanda dalam penyelidikan tersebut. Menurut para penyelidik, operasi tersebut dijalankan dari sebuah server di Belanda.

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Beut Panteu Keude, Cara Kreatif Kemenag Aceh Barat Tebarkan Dakwah di Masyarakat
Keributan hebat! Bung Harlino Kembalikan Rp 5,2 Miliar Terkait PT Dana Syariah Indonesia
Iran Pindahkan Ribuan Sentrifugal Nuklir ke Gunung Beliung di Kedalaman 100 Meter
Terungkap! Begitulah fantastisnya kehormatan Dude Harlino selama menjadi Brand Ambassador PT DSI
Pesawat yang Diduga Milik AS Dikabarkan Jatuh di Pulau Qeshm, Iran
AS Kembalikan Artefak Papua yang Dicuri ke Indonesia
KPK Ungkap Menteri Kehutanan Raja Juli Bertemu Bupati Kuansing Lebih dari Sekali
Pemerintah Genjot Pembangunan 37.373 Huntap di Aceh, Kemajuannya Hanya 4,9 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:04 WIB

Beut Panteu Keude, Cara Kreatif Kemenag Aceh Barat Tebarkan Dakwah di Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:52 WIB

Keributan hebat! Bung Harlino Kembalikan Rp 5,2 Miliar Terkait PT Dana Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:23 WIB

Iran Pindahkan Ribuan Sentrifugal Nuklir ke Gunung Beliung di Kedalaman 100 Meter

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:10 WIB

Terungkap! Begitulah fantastisnya kehormatan Dude Harlino selama menjadi Brand Ambassador PT DSI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:55 WIB

Pesawat yang Diduga Milik AS Dikabarkan Jatuh di Pulau Qeshm, Iran

Berita Terbaru