Mereka Bilang Aku Pembunuh, Tak Punya Hati Nurani

- Jurnalis

Selasa, 9 Juli 2024 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id -Pegi Setiawan mengaku sempat mengalami kekerasan dari pihak kepolisian saat pertama kali ditangkap pada 21 Mei 2024. Kekerasan itu terjadi saat dirinya datang ke ruang pemeriksaan Polda Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya, banyak kata-kata kasar seperti ancaman. Saya pernah dipukul di mata sini (sambil menunjuk pelipis kanan), nanti saya tunjukkan,” kata Pegi di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/7) malam.

Pegi membenarkan bahwa pelaku pemukulan tersebut adalah seorang polisi. Ia pun mengaku tidak mengerti alasan pemukulan tersebut.

“Mereka bilang saya pembunuh, saya tidak punya hati nurani. Saya tidak menjawab karena saya merasa tidak bersalah,” jelas Pegi.

“Saya dipanggil Perong, kalau tidak lihat saya kena kutukan, kalau lihat mereka kira saya Perong. Saya hanya bisa pasrah, hampir dua malam saya tidak bisa tidur,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Bandung memutuskan mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan Pegi Setiawan alias Perong alias Robi Irawan. Hakim Tunggal Eman Sulaiman menilai penetapan Pegi sebagai tersangka tidak sah menurut hukum.

“Pengadilan mengabulkan permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya,” kata Eman dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Senin (8/7).

“Kedua menyatakan bahwa proses penetapan pemohon sebagai tersangka berdasarkan surat keputusan nomor SK/90/V/RES124/2024/DITRESKRIMUM tanggal 21 Mei 2024 atas nama Pegi Setiawan beserta surat-surat terkait lainnya dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum,” lanjutnya.

Atas dasar itu, Hakim memerintahkan Kepolisian Daerah Jawa Barat untuk menghentikan penyidikan Pegi. Sebab, proses penyidikan dinilai tidak sah.

“Memerintahkan kepada termohon untuk menghentikan penyidikan atas berita acara penyidikan terhadap pemohon,” terang Eman.

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Iran menargetkan pangkalan Amerika di Yordania dan Irak karena perang yang berkecamuk menghabiskan persediaan pencegat AS
Febrie Adriansyah Tak Terpantau Jurnalis Saat Penuhi Panggilan Jaksa Agung, Lewat Pintu Mana?
FISIP Unimal dan Universitas Dharmawangsa Siapkan MoA, Kerjasama Dosen dan Pertukaran Mahasiswa
Tony Romo ditangkap di Milwaukee karena OWI pertama; tanggal pengadilan ditetapkan
Dea, Anak Pejabat Gayo Lues yang Viral Melenturkan, Minta Maaf, Akui Salah dan Hapus Postingan
Jika Iran tidak menjual minyak, negara-negara Teluk juga tidak akan menjual minyak
Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses
Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:11 WIB

Iran menargetkan pangkalan Amerika di Yordania dan Irak karena perang yang berkecamuk menghabiskan persediaan pencegat AS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:59 WIB

Febrie Adriansyah Tak Terpantau Jurnalis Saat Penuhi Panggilan Jaksa Agung, Lewat Pintu Mana?

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:33 WIB

FISIP Unimal dan Universitas Dharmawangsa Siapkan MoA, Kerjasama Dosen dan Pertukaran Mahasiswa

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:10 WIB

Tony Romo ditangkap di Milwaukee karena OWI pertama; tanggal pengadilan ditetapkan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:09 WIB

Dea, Anak Pejabat Gayo Lues yang Viral Melenturkan, Minta Maaf, Akui Salah dan Hapus Postingan

Berita Terbaru