Beberapa warga Palestina tewas dan terluka pada hari Sabtu akibat serangan bom Israel di sebuah sekolah yang menampung warga terlantar di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza bagian tengah, sumber dan saksi mata mengatakan, Anadolu Agency melaporkan.
“Pendudukan (Israel) melakukan pembantaian keji terhadap warga yang mengungsi dengan menargetkan sekolah yang menampung warga yang mengungsi di Al-Nusairat. Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa menerima 16 orang yang menjadi martir dan 50 orang yang terluka akibat penargetan tersebut,” kata Kementerian Kesehatan Gaza dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya, pertahanan sipil Gaza mengatakan kepada Anadolu bahwa serangan terhadap sekolah al-Jaouni mengakibatkan “lebih dari 10 martir, termasuk tubuh yang terpotong-potong.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah jenazah dan korban luka dibawa ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di kota Deir al-Balah, dan Rumah Sakit Al-Awda di Gaza tengah, kata saksi mata kepada Anadolu.
Israel telah menggempur Jalur Gaza sejak serangan lintas perbatasan oleh Hamas pada 7 Oktober 2023. Selain menewaskan lebih dari 38.000 warga Palestina sejak saat itu, kampanye militer tersebut telah mengubah sebagian besar wilayah kantong berpenduduk 2,3 juta orang itu menjadi reruntuhan, menyebabkan sebagian besar warga sipil kehilangan tempat tinggal dan berisiko kelaparan.
BACA: 6 polisi tewas dalam pemboman Israel di Jalur Gaza
RakyatPos.ID Network
















