HONAI Mulai Mempersiapkan Kerangka

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, RakyatPos.id – Pasca peluncuran HONAI (Humanitarian Outreach to Need Assistance Initiative) yang dibentuk oleh berbagai denominasi gereja di Papua, mereka akan mulai menyusun kerangka kerja untuk masa depan.

Ketua HONAI, Pdt Andrikus Mofu mengatakan, berbagai permasalahan di Papua yang disampaikan para narasumber saat peluncuran dan talkshow merupakan kerangka kerja yang akan digarap pihaknya ke depan.

Namun, saat ini pengungsi dalam negeri (di berbagai wilayah di Papua) sudah lebih dari 100 ribu orang.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peluncuran HONAI Rumah Bersama dilaksanakan di gedung Graha SARA Kantor Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI) Tanah Papua, di Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Menurut Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, di pengungsian, para pengungsi menghadapi permasalahan perumahan, akses terhadap kesehatan, dan akses terhadap pendidikan bagi anak-anaknya.

Selain itu, saat ini masih terjadi kasus penembakan, pembunuhan dimana-mana dan sebagainya. Nanti kita bahas mana yang menjadi prioritas, ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya meyakini kehadiran HONAI bukan sekadar seremonial. Namun kami akan terus konsisten menyuarakan permasalahan kemanusiaan dan perdamaian di Tanah Papua.

Namun tentunya harus ada kerja ekstra dan meyakinkan masyarakat bahwa kehadiran HONAI bisa membawa perubahan.

Saya yakin dengan dukungan semua pihak, kita bisa bekerja. Namun, selama kita tidak duduk bersama dan tidak ada niat, tentu akan sulit mewujudkan perubahan yang kita harapkan,” kata Pdt Andrikus Mofu.

Sekretaris Jenderal Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt Darwin Dharmawan mengatakan, pihaknya berupaya melakukan lobi agar Papua lebih damai.

Namun, kata dia, hal ini juga bergantung pada keseriusan dan itikad baik pemerintah atau kedua belah pihak. Sebab membawa perdamaian Papua tidak bisa datang dari satu pihak saja.

“Upaya membangun Papua damai adalah upaya bersama, dan dibutuhkan peran generasi muda. Proses menumbuhkan sesuatu bukanlah hal yang mudah. ​​Namun, kami ingin mewujudkan Papua damai yang bisa direspon oleh pemerintah. Ini (peluncuran) bukan sekedar hajatan, tapi benar-benar membawa pencerahan,” kata Pdt Darwin Dharmawan.

Sementara itu, Uskup Jayapura Mgr Matopai You mengatakan, pembangunan Papua Tanah Damai telah direncanakan gereja sejak tahun 2000-an dan diprakarsai oleh gereja.

Jadi ini bukan kali pertama terjadi hal seperti ini. Membangun Papua tanah damai, memperjuangkan keadilan adalah panggilan yang erat kaitannya dengan gereja. Tugas gereja. Begitu pula memperjuangkan perdamaian dan memperjuangkan harkat dan martabat manusia, kata Uskup Matopai You.

Ia juga menegaskan, keliru jika ada pihak yang menganggap memperjuangkan Tanah Damai Papua sama dengan memperjuangkan kemerdekaan Papua. Karena memperjuangkan Tanah Damai Papua adalah pro kemanusiaan.

Oleh karena itu, kata Uskup Jayapura, gereja tidak akan pernah berhenti memperjuangkan keadilan dan perdamaian, karena ini adalah tugas gereja di seluruh dunia.

“Dengan hadirnya HONAI, mungkin perlu ada seminar yang melibatkan seluruh gereja dan kita lihat bagian mana yang akan kita tangani, sehingga hal-hal mendesak di Tanah Papua harus diperjuangkan dan tidak dipolitisasi. Jangan bilang gereja sedang bermain politik. Pendapat seperti itu hanya mengaburkannya,” ujarnya.

Namun, kata dia, mewujudkan perdamaian di Tanah Papua tidak bisa hanya mengandalkan gereja. Namun semua pihak harus punya komitmen.

“Pemerintah, TNI, Polri, TPNPB, OPM juga harus terlibat dalam mewujudkan Papua damai. Jadi (peluncuran) ini bukan sekadar seremoni,” kata Uskup Matopai You.

Pdt Dorman Wandikbo dari Dewan Gereja Papua mengatakan, HONAI lahir dari kesadarannya sendiri. Tidak dipaksa oleh siapapun.

“Masyarakat Jakarta atau siapapun tidak bisa menyelesaikan permasalahan di Tanah Papua, kecuali kami. Maka dari itu kebenaran tidak boleh disembunyikan. Keadilan harus ditegakkan meski tidak ada ruang untuk itu. Karena Papua bukan tanah kosong, kami tetap di sini.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Meroketnya harga bahan bakar memicu protes di seluruh dunia
Purbaya tidak pernah terlibat dalam kunjungan presiden ke luar negeri selama menjabat Menteri Keuangan
Tak Ganti Kapolri, Selamat Ginting: Prabowo Peduli Anak Macan yang Akan Menerkam
Liar! Sopir Travel Disandera OPM & Dipaksa Bikin Video Dukung Papua Merdeka Lalu Ditembak!
Dimana Red Sox Berdiri Dalam Perlombaan Playoff Dengan Sisa Dua Minggu
Istri Purbaya mengatakan negara tidak bisa diperbaiki: Banyak orang jahat, ayah cemas untuk pindah
Skandal Jiwasraya dan Asabri, Mantan Anggota BIN Ungkap Dugaan Peran Jokowi dan Febrie
Olu Jacobs meninggal: Aktor veteran Nigeria meninggal pada usia 84 tahun

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:32 WIB

Meroketnya harga bahan bakar memicu protes di seluruh dunia

Rabu, 16 September 2026 - 18:31 WIB

Purbaya tidak pernah terlibat dalam kunjungan presiden ke luar negeri selama menjabat Menteri Keuangan

Rabu, 16 September 2026 - 18:14 WIB

Tak Ganti Kapolri, Selamat Ginting: Prabowo Peduli Anak Macan yang Akan Menerkam

Rabu, 16 September 2026 - 18:04 WIB

Liar! Sopir Travel Disandera OPM & Dipaksa Bikin Video Dukung Papua Merdeka Lalu Ditembak!

Rabu, 16 September 2026 - 18:03 WIB

Dimana Red Sox Berdiri Dalam Perlombaan Playoff Dengan Sisa Dua Minggu

Berita Terbaru

HEADLINE

Meroketnya harga bahan bakar memicu protes di seluruh dunia

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:32 WIB

Al Jazeera - LIVE