Ringkasan Berita:
- Pulau Rubiah di Sabang kini dikenal sebagai destinasi snorkeling dan diving dengan laut yang jernih, ikan berwarna-warni, dan terumbu karang yang indah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Sebelum berkembang menjadi destinasi wisata bahari, Pulau Rubiah pernah menjadi tempat karantina jemaah haji sehingga menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan haji melalui Sabang.
- Pemerintah Kota Sabang mendorong perpaduan wisata alam dan sejarah agar Pulau Rubiah memiliki daya tarik yang lebih kuat dengan tetap menjaga peninggalan sejarahnya.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang
RakyatPos.id, SABANG – Wisatawan yang datang ke Pulau Rubiah biasanya memiliki tujuan yang hampir sama, yaitu menikmati jernihnya laut, melihat ikan warna-warni, dan menyaksikan terumbu karang dari balik masker kaca snorkel.
Namun Pulau Rubiah bukan hanya soal keindahan yang tersimpan di bawah permukaan laut.
Pulau kecil di kawasan Iboih Kota Sabang ini memiliki sejarah panjang yang jauh lebih tua dibandingkan aktivitas wisata baharinya.
Sebelum dikenal sebagai destinasi favorit snorkeling, Pulau Rubiah pernah menjadi tempat karantina jemaah haji.
Jejak sejarah tersebut menjadikan Pulau Rubiah memiliki dua objek wisata yang berjalan berdampingan.
Baca juga: Sabang Atasi Hambatan Investasi Melalui Qanun Baru
Keindahan alamnya
Keindahan alamnya menarik wisatawan, sementara sejarahnya memberikan alasan bagi pengunjung untuk lebih mengenal pulau ini.
Pengamat sejarah, Albina Arrahman mengatakan, kisah Pulau Rubiah sebagai tempat karantina haji merupakan bagian penting sejarah Sabang yang tidak boleh hilang di tengah perkembangan pariwisata.
“Pulau Rubiah mempunyai sejarah yang panjang. Sebelum dikenal sebagai destinasi wisata bahari, pulau ini sudah memiliki fungsi penting, salah satunya terkait dengan karantina jemaah haji,” kata Albina, Selasa (18/8/2026).
Baca juga: Dinas Pariwisata Sabang Ingatkan Wisatawan Tentang Keselamatan Setelah Remaja Meninggal di Pulau Rubiah
Menurutnya, perjalanan menuju Tanah Suci pada masa lalu tidak semudah sekarang. Jamaah haji dari berbagai daerah harus melakukan perjalanan dengan kapal laut dalam waktu yang cukup lama.
Selama ini wilayah Sabang mempunyai posisi yang strategis karena berada pada jalur pelayaran internasional.
Pulau Rubiah menjadi salah satu tempat terkait kegiatan karantina jemaah sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Identitas Pulau Rubiah
Kisah tersebut kini menjadi bagian dari identitas Pulau Rubiah, meski wajah pulau tersebut telah berubah.
Jika dulu orang datang untuk menunggu perjalanan jauh menuju Tanah Suci, kini wisatawan datang membawa kamera bawah air, masker snorkeling, dan perlengkapan menyelam.
Perubahan fungsi Pulau Rubiah terjadi seiring dengan berkembangnya Sabang sebagai destinasi wisata.

















