PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Ahmad Khozinudin, SH

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Advokat, Koordinator Tim Advokasi Melawan Oligarki Serakah yang Merampas Tanah Rakyat (TA-MOR-PTR)

KETIKA mencermati gejolak di Timur Tengah yang berujung pada perang antara Iran vs Amerika dan Israel, mungkin sebagian besar dari kita fokus pada persoalan pertahanan dan menjaga kedaulatan negara dari ancaman luar negeri (asing). Oleh karena itu, pemikiran kita terfokus pada bagaimana mengembangkan sistem pertahanan, alutsista, dan menyiapkan doktrin pertahanan modern untuk mengantisipasi serangan musuh.

Namun bagi Anda yang mengamati entitas Pantai Indah Kapuk 2 (PIK-2) memasuki kawasan ini pasti pemikiran Anda akan berubah. Ancaman pertahanan dan penyerangan terhadap kedaulatan negara tidak hanya datang dari luar, tidak hanya dari pihak asing saja, namun bisa muncul dari dalam negeri.

Salah satu alasan kami menggugat proyek PIK-2 yang pada era Jokowi diberi status PSN (Proyek Strategis Nasional) adalah ancaman kedaulatan dan pertahanan negara dari entitas PIK-2. Kompleks perumahan eksklusif yang langsung menghadap garis pantai dan lautan, menghadap Laut Cina Selatan dan bisa langsung menuju ke daratan Cina.

Siapa yang dapat mengendalikan arus orang dan barang yang masuk dan/atau keluar kawasan PIK-2?

Sejumlah kasus penggerebekan dan penyitaan narkoba di PIK-2 menuai pertanyaan kritis. Dari mana asal barang haram tersebut? Apakah itu hanya narkoba? Bagaimana dengan alkohol dan barang ilegal? Apakah barang-barang tersebut masuk dari pelabuhan dan bandara resmi, atau langsung dari garis pantai di kawasan PIK-2?

Saat Satuan Tugas Pengendalian Kawasan Hutan (Satgas PKH) resmi menyita dan menyegel 1.601 hektare kawasan hutan lindung Paku Haji di kawasan PIK-2, Kabupaten Tangerang, Banten, penulis dan sejumlah aktivis Banten merasa lega. Pasalnya, persoalan ini sudah lama kita sampaikan, mulai dari kasus pagar laut hingga reklamasi kawasan hutan lindung di PIK-2.

Terbukti, penyitaan yang dilakukan pada Maret 2026 lalu yang disusul pencabutan proyek Pesisir Tropis (anak perusahaan Agung Sedayu Group) dari status Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh pemerintah semakin menegaskan bahwa proyek ini bermasalah.

Berdasarkan evaluasi, pemerintah menemukan lahan tersebut termasuk dalam kawasan hutan lindung. Dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) belum lengkap, terdapat permasalahan status lahan dan potensi konflik sosial.

Satgas PKH akhirnya mencabut izin PT Mutiara Intan Permai (anak perusahaan pengembang) karena menggunakan kawasan hutan secara ilegal. Pencabutan status PSN resmi dicabut melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.

Bahkan, Satgas PKH dengan tegas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan transaksi bisnis atau jual beli atas properti/tanah yang disita.

Namun kami melihat Aguan dan Anthoni Salim selaku pemilik proyek tidak tinggal diam. Grup Agung Sedayu terus berupaya melobi pihak berwajib, agar lahan yang disita bisa dikelola kembali dengan modus proyek perumahan rakyat.

Negara tidak bisa dikalahkan oleh oligarki PIK-2. Pertahanan dan kedaulatan negara tidak boleh dibocorkan dan dirusak dari dalam. Berdasarkan pertimbangan tersebut, kami akan mengunjungi Kantor Kemhan dimana Menhan menjabat sebagai Ketua Satgas PKH bersama Kapolri Kajagung dan Panglima TNI sebagai Wakil Ketua.

Awalnya ada usulan ke Satgas PKH saja. Namun setelah mendengar banyak masukan, serta menilai urgensi persoalan pertahanan dan kedaulatan negara, kami memutuskan untuk melakukan audiensi langsung dengan Kementerian Pertahanan.

Semoga usaha kecil ini bisa memberikan kontribusi bagi negara. Demi kehormatan Bangsa dan Negara, agar tidak kalah dengan rongrongan oligarki.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Liputan langsung: SpaceX akan mengirim satelit Starlink ke orbit dengan peluncuran Selasa malam dari California – Spaceflight Now
Musim kemarau panjang: Warga Distrik Tomu memanfaatkan air sungai yang keruh
Berdasarkan angka: Sabalenka meluncur di putaran ketiga Cincinnati dalam 54 menit
Cara Memilih Tas Bahu yang Sebenarnya Anda Pakai
Penjara dan pusat penahanan kelebihan kapasitas
Pertandingan Chicago Cubs vs. White Sox hari ini: Tim North Side memperingatkan perilaku mengganggu penggemar tidak akan ditoleransi setelah pertarungan pecah
Polisi Tangkap Empat Tersangka Kasus Pencurian Pakaian di Gudang Astro
Puluhan Pelajar Aceh Singkil Raih Prestasi Nasional, Dapat Penghargaan dari Bupati

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Liputan langsung: SpaceX akan mengirim satelit Starlink ke orbit dengan peluncuran Selasa malam dari California – Spaceflight Now

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:35 WIB

Musim kemarau panjang: Warga Distrik Tomu memanfaatkan air sungai yang keruh

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Berdasarkan angka: Sabalenka meluncur di putaran ketiga Cincinnati dalam 54 menit

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Cara Memilih Tas Bahu yang Sebenarnya Anda Pakai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:44 WIB

Penjara dan pusat penahanan kelebihan kapasitas

Berita Terbaru

HEADLINE

Cara Memilih Tas Bahu yang Sebenarnya Anda Pakai

Rabu, 19 Agu 2026 - 10:02 WIB

HEADLINE

Penjara dan pusat penahanan kelebihan kapasitas

Rabu, 19 Agu 2026 - 09:44 WIB

Al Jazeera - LIVE