Jayapura, RakyatPos.id – Badan Informasi Geospasial (BIG) dengan dukungan Geoscience Australia (GA), meluncurkan Piksel, sebuah platform analisis observasi bumi nasional yang akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam memetakan, memantau, dan mengelola lingkungan laut dan pesisir secara berkelanjutan.
Dikembangkan berdasarkan Nota Kesepahaman antara BIG dan GA tahun 2025, Piksel diwujudkan melalui Kemitraan Maritim Australia Asia Tenggara serta kerja sama maritim bilateral, yang selanjutnya memungkinkan BIG untuk mendukung berbagai institusi maritim Indonesia.
Tantangan yang jauh lebih besar adalah mengolah data yang sangat besar tersebut menjadi informasi yang berguna secara cepat, efisien dan dapat diakses oleh berbagai pemangku kepentingan,” kata Pj Kepala BIG, Mohamad Arief Syafi'i, dalam sambutannya dalam keterangan pers yang diterima RakyatPos.id dari [email protected], Selasa (25/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai mitra maritim alami, Australia dan Indonesia bekerja sama untuk mendukung masyarakat pesisir Indonesia, mendorong ekonomi biru yang berkelanjutan, dan mengatasi tantangan bersama dalam pengelolaan sumber daya kelautan.
“Pixels akan memungkinkan para pejabat dan peneliti Indonesia melakukan analisis lingkungan hidup secara nasional untuk menghasilkan produk pemetaan yang berdampak dan hemat biaya dari citra satelit,” kata Lauren Power, A/g Oceans, Reefs, Coasts dan Antarctic Branch Head, Geoscience Australia.
Ia mengatakan, Pixel dapat digunakan untuk mengembangkan produk pemetaan pesisir dan laut seperti Ina Coastlines, yang menyediakan data dasar geospasial yang diperlukan untuk pengelolaan sumber daya laut dan perencanaan tata ruang laut yang efektif.
Peluncuran Piksel mencerminkan berkembangnya kemitraan maritim antara Australia dan Indonesia.
Sebagaimana diumumkan oleh Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Albanese pada Mei 2025, Indonesia dan Australia meningkatkan kerja sama maritim untuk mendukung kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera.



















