Ringkasan Berita:
- Pemulihan pelayanan kesehatan pascabencana tidak hanya memerlukan pemulihan fasilitas, namun juga kesiapan kader sebagai penggerak pelayanan di tingkat masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Melalui Program Pemulihan Bencana & Revitalisasi Posyandu, LKC Dompet Dhuafa Aceh bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen mengadakan pelatihan 25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu.
- Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, 19–21 Agustus 2026, di Aula Puskesmas Peusangan dan diikuti oleh 16 kader Gampong Pantee Lhong.
RakyatPos.id, BIREUEN — Pemulihan pelayanan kesehatan pascabencana tidak hanya memerlukan pemulihan fasilitas, namun juga kesiapan kader sebagai penggerak pelayanan di tingkat masyarakat. Melalui Program Pemulihan Bencana & Revitalisasi Posyandu, LKC Dompet Dhuafa Aceh bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, Puskesmas Peusangan, dan Pemerintah Gampong Pantee Lhong memperkuat kapasitas kader melalui pelatihan 25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu.
Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, 19–21 Agustus 2026, di Aula Puskesmas Peusangan dan diikuti oleh 16 kader Gampong Pantee Lhong.
Pelatihan tersebut bertujuan untuk membekali kader dengan kemampuan dalam melaksanakan pelayanan Posyandu secara lebih lengkap, mulai dari mengidentifikasi sasaran, melakukan pengukuran dan pemeriksaan dasar, mengenali faktor risiko atau masalah kesehatan, memberikan edukasi, melakukan pencatatan, hingga memastikan tindak lanjut atau rujukan.
Selama tiga hari, peserta mengikuti perkuliahan, diskusi, demonstrasi, simulasi, studi kasus, praktek lapangan dan post-test. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen yang melibatkan Puskesmas Peusangan dan LKC Dompet Dhuafa Aceh. Setelah mengikuti pelatihan dan evaluasi, kader mendapat sertifikat sebagai bukti kompetensi.
Kepala Puskesmas Peusangan Mursal, SKM., MKM menyampaikan apresiasi kepada LKC Dompet Dhuafa Aceh yang telah memfasilitasi pelatihan 25 kompetensi dasar kader kesehatan desa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa Aceh yang telah memfasilitasi pelatihan ini. Semoga penguatan 25 keterampilan dasar kader dapat membuat kader Desa Pantee Lhong dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui Posyandu 6 SPM,” ujarnya.
Mursal juga mengapresiasi tim fasilitator yang telah mendampingi para kader selama pelatihan. Ia berharap dukungan serupa dapat diperluas ke desa-desa lain di wilayah kerja Puskesmas Peusangan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
“Semoga kedepannya dukungan serupa juga dapat diberikan kepada desa-desa lain di wilayah kerja Puskesmas Peusangan, khususnya dalam mendukung pemulihan bencana dan penguatan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Fasilitator Pemulihan Bencana LKC Dompet Dhuafa Aceh wilayah Bireuen, Intan Mandira, S.Keb., mengatakan penguatan kapasitas kader merupakan bagian penting dalam proses pemulihan layanan kesehatan masyarakat.
“Kader merupakan bagian penting dalam keberlangsungan Posyandu karena merekalah yang paling dekat dengan masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami berharap para kader semakin siap dan percaya diri menerapkan kompetensi yang telah diperolehnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Intan.
Menurutnya, peningkatan kapasitas kader perlu diikuti dengan pendampingan dan kolaborasi dengan Puskesmas dan pemerintah desa agar kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.
Baca juga: Kapolres Bireuen Kunjungi MUDI Mesra dan Ummul Ayman, Ini Misinya
Sementara itu, Kepala Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh Arfan Ramadhan mengatakan, proses pemulihan pascabencana perlu memperhatikan penguatan kapasitas masyarakat sebagai bagian dari keberlangsungan layanan.
“Pemulihan tidak hanya sekedar mengembalikan fasilitas yang terkena dampak bencana, tapi juga memastikan masyarakat mempunyai kemampuan untuk kembali memberikan layanan yang dibutuhkannya. Kader menjadi salah satu kuncinya karena merekalah yang paling dekat dengan masyarakat,” kata Arfan.
Ia menambahkan, LKC Dompet Dhuafa Aceh hadir untuk mendukung sistem yang sudah berjalan di masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah dan layanan kesehatan.
“Kami tidak ingin program hanya berhenti pada pelatihan. Kami berharap kompetensi yang diperoleh kader dapat diterapkan dan menjadi bagian dari pelayanan Posyandu yang terus berjalan bersama Puskesmas, pemerintah desa dan masyarakat,” ujarnya.




















