RakyatPos.id -Kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, menyedot perhatian publik.
Ketiganya terlihat duduk berjajar dengan Prabowo di tengah, diapit Jokowi dan Gibran. Momen tersebut menunjukkan suasana hangat antar ketiga tokoh yang kerap dikaitkan dengan berbagai dinamika politik nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengamat politik Adi Prayitno menilai kemunculan ketiganya dalam suasana bersahabat tentu menimbulkan beragam penafsiran. Salah satunya menunjukkan chemistry politik masih tetap terjaga.
“Ini chemistry politik yang tidak bisa dipungkiri. Tidak mungkin kalau tidak ada chemistry di antara para tokoh ini untuk bisa duduk bersebelahan. Sepertinya gestur politik ketiganya sangat bahagia dan menunjukkan kehangatan,” kata Adi melalui kanal YouTube-nya, Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, momen ini setidaknya memberikan pesan bahwa hubungan politik antara Prabowo, Jokowi, dan Gibran dalam kondisi baik. Gambaran tersebut sekaligus berbeda dengan berbagai persepsi yang berkembang di ruang publik terkait hubungan ketiga tokoh tersebut.
Namun Adi mengingatkan, kedekatan yang terlihat di depan panggung belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya di balik panggung.
“Di panggung belakang, kita tidak pernah tahu apakah hubungan antar tokohnya sebaik di panggung depan atau sebaliknya,” ujarnya.
Ia mengatakan, dinamika politik menjelang pemilu 2029 masih sangat terbuka. Apalagi, berbagai spekulasi beredar terkait kemungkinan manuver politik yang dilakukan Jokowi dan Gibran jika wacana pasangan Prabowo-Gibran dua periode tidak terwujud.
Dalam situasi seperti ini, bukan tidak mungkin Jokowi dan Gibran punya opsi politik lain, termasuk mengambil sikap berbeda dari Prabowo.
Karena banyak beredar isu kemungkinan manuver politik Jokowi dan Gibran jika usulan politik dua periode duet Prabowo-Gibran tidak terpenuhi, bukan tidak mungkin Jokowi dan Gibran akan punya opsi politik lain. Dan mungkin akan head to head dengan Prabowo, tegasnya.



















