RakyatPos.id -Persaingan yang digagas pakar hukum tata negara Prof Denny Indrayana terkait pembuktian ijazah SMA sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka semakin panas.
Pengamat sosial dan politik Adian Radiatus mengatakan, Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih tidak boleh membiarkan persaingan ijazah SMA terus berlanjut karena Wakil Presiden Gibran sudah menjadi sasaran tembak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Minimal Wakil Presiden harus mengambil tindakan pembuktian dan menggugat secara hukum para penyelenggara kontestasi demi kehormatan negara, kata Adian melalui akun X, dikutip Senin 24 Agustus 2026.
Di mata Adian, persaingan ijazah SMA bukan lagi sekedar ranah pribadi Wakil Presiden Gibran, melainkan kredibilitas negara.
Kecuali yang terjadi pada mantan Presiden Jokowi yang kebetulan adalah ayah Wapres, yang padahal keadaannya memalukan bagi bangsa, karena sampai saat ini belum ada kejelasan yang pasti, padahal 90 persen masyarakat yang peduli percaya itu asli tapi diperoleh palsu, pungkas Adian.
Prof Denny Indrayana mengungkapkan, nilai hadiah yang dikumpulkan dalam kompetisi pembuktian ijazah SMA sederajat kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini mendekati Rp 3,5 miliar.
Hadiah lomba menunjukkan ijazah SMA/sederajat Mas Gibran mendekati Rp 3,5 miliar, kata Denny dikutip dari akun Facebook pribadinya.



















