RakyatPos.id – Masyarakat kini tengah menyoroti dan memperbincangkan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Keluarganya terlibat dalam pemerintahan bahkan mendapat posisi “lunak”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya sempat heboh terkait bocornya dokumen perjalanan resmi ke Amerika Serikat yang melibatkan istri dan anak yang bertepatan dengan final Piala Dunia. Namun pada akhirnya dibatalkan langsung oleh Dody Hanggodo.
Namun kali ini Dody juga diterpa isu nepotisme. Dan nama Aisyah Zakkiyah yang keponakannya diduga menduduki jabatan komisaris itu menduduki jabatan komisaris.
Pengangkatan Aisyah Zakkiyah sebagai Komisaris PT PP (Persero) Tbk menuai kritik dan dugaan nepotisme Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
Publik menyoroti dugaan praktik nepotisme yang bermula dari karier Asiyah Zakkiyah yang kini menempati posisi “lunak” di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dikutip dari akun X (Twitter) @bismillahyuk, Aisyah merupakan keponakan Dody Hanggodo.
“Aisyah Zakkiyah, keponakan Menteri Pekerjaan Umum, diangkat menjadi ahli di Kementerian Pekerjaan Umum – melalui jalur formal melalui Paman Doddy. Kemudian diangkat menjadi Komisaris PT PP pada Mei 2026,” cuitnya, dikutip Jumat (10/7/2026)
“Hanya karena paman Menteri Pekerjaan Umum, kelakuannya seperti 'ratu' di kantor. Itu benar-benar Queenbee”? lanjutnya.
Akun @bismillahyuk juga mengunggah foto percakapan yang diduga berasal dari lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum terkait cara kerja Aisyah Zakkiyah saat menjadi staf humas.
“Terus waktu awal gabung (Dody-red), ponakannya diangkat jadi staf khusus di bidang kehumasan (kalau gak salah, itu bahasanya) dan sekarang diangkat menjadi Komisaris Pt.PP – sikapnya seperti ratu pegawai lama yang dihina semua orang dengan bahasa itu, bahkan terlihat IG PU di zaman Pak Bas seru banget. IG PU sekarang seperti orang yang terus-terusan mengkampanyekan muka mati. Pernah ada kasus dari postingan IG Bu Diana (wakil menteri PU – dia disukai oleh kami karena dia mantan orang PU juga) lalu langsung disuruh menghapus postingan IG tersebut karena kehilangan suka,” itulah isi unggahannya.
Hingga saat ini masyarakat masih menunggu klarifikasi resmi dari Kementerian Pekerjaan Umum terkait isu yang berkembang tersebut.
Namun diakui, dari segi rekam jejak, Aisyah Zakkiyah sebenarnya cukup mumpuni. Dari sisi akademis, wanita kelahiran Jakarta, 30 Desember 1993 ini merupakan lulusan Sarjana (S1) jurusan Kimia Terapan dan Biokimia di Gunma University, Kota Maebashi pada tahun 2015. Kemudian melanjutkan pendidikan ke program Master (S2) di Macquarie University, Sydney, jurusan Komunikasi Internasional.
Dari segi karir, Aisyah juga memiliki rekam jejak yang cukup baik. Ia diketahui pernah menjabat sebagai Team Head Divisi Penjualan PT Toyota Tshuho System Indonesia pada tahun 2023-2024.
Kemudian Aisyah juga menjabat sebagai Direktur dan Perencana Strategis di PT Lumintoo Sukses Incomso pada tahun 2024-2025.
Pada tahun 2025 Aisyah Zakkiyah bekerja sebagai Tenaga Ahli Menteri di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI sebelum akhirnya diangkat menjadi komisaris PT PP pada 19 Mei 2026.
Mantan Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum sebagai komisaris ini bertugas melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan dan jalannya operasional perusahaan yang dilakukan oleh direksi.
PT PP menegaskan Aisyah tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, anggota Direksi, dan Pemegang Saham PT PP (Persero) Tbk.
Diketahui pula, pada 19 Mei 2026, PT PP melakukan perombakan pengurus perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan). Dalam dokumen bernomor 129/EXT/PP/CORSEC/2026, perubahan tersebut mencakup jajaran direksi dan komisaris.
Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Aisyah Zakkiyah dilantik menjadi Komisaris PT PP bersama beberapa orang lainnya.
Namun pengangkatannya kemudian membuat heboh karena diisukan merupakan keponakan Dody Hanggodo Lasmono yang saat itu baru saja dilantik menjadi Menteri Pekerjaan Umum.
Sementara itu, jabatan Dody Hanggodo sebelumnya sebelum dilantik menjadi menteri juga disebut-sebut menjadi dukungan Aisyah sebagai “kepercayaan”.
















